Angkasa Pura 2

Sesbadan Litbang Perhubungan Monitoring Survei ATTN Orang di Kalimantan Barat

LitbangSenin, 24 September 2018
ATTN_Rosita_1

JAKARTA (beritatrans.com) – Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kementerian Perhubungan melakukan survei Asal Tujuan Transportasi Nasional (ATTN) Orang 2018 di 412 titik yang tersebar di 34 provinsi. Survei ini dibagi menjadi dua gelombang yaitu pertama dilaksanakan di awal September 2018. Sedangkan gelombang kedua dilaksanakan pada Minggu –Senin, 23-24 September 2018.

Salah satu lokasi survei ATTN Orang adalah di Provinsi Kalimantan Barat. Sekretaris Badan Litbang Perhubungan Rosita Sinaga memonitor survei ATTN Orang di Kalimantan Barat, tepatnya Sei Penyu, Kabupaten Menpawah.

ATTN_Rosita

“Survei ATTN Orang di Kalimantan Barat ada 14 titik koordinat,” kata Rosita.

Menurut Rosita, dari 14 titik koordinat lokasi survey tersebut Tim Badan Litbang Perhubungan melakukan monitoring sebanyak 25% atau sekitar 4 titik survei. Rosita sendiri memimpin langsung monitoring dua lokasi survey ATTN. Sedangkan sisanya, dua titik survei yang lain, dimonitor oleh tim yang lain.

ATTN_Rosita_2

“Pada Minggu (23/9/2018) kemarin, kami juga memonitor pelaksanaan survei ATTN Orang di Kupang, Nusa Tenggara Timur,” ujarnya.

Di NTT terdapat 10 titik koordinat yang dijadikan lokasi ATTN Orang. Sebanyak 5 dari 10 titik tersebut didatangi oleh tim monitoring survei sebagai sampling.

Pada kesempatan tersebut Rosita menegaskan bahwa survei ATTN Orang di lapangan hanya sebagai data pelengkap untuk mendukung data yang dihasilkan dari big data telepon seluler. Pengambilan dan pengolahan data utama survey ATTN Orang 2018 tetap menggunakan big data. Sedangkan survey lapangan sebagai data pendukung agar datanya lebih lengkap.

ATTN_Rosita_3

“Sebab big data hanya merekap data pergerakan orang. Sedangkan jumlah kendaraan atau alat transportasi yang duganakan kita ambil dari survei secara konvensional di lapangan. Survei lapangan juga untuk menghasilkan perbandingan pengguna telepon seluler Telkomsel sebagai sumber big data dengan penggunaan telepon seluler lainnya,” kata Rosita. (aliy)