Angkasa Pura 2

Teknologi  Pengereman Kendaraan Bermotor Tingkatkan Aspek Keselamatan

Koridor OtomotifSelasa, 25 September 2018
IMG-20180924-WA0083

JAKARTA (BeritaTrans.com)- Kementerian Perhubungan sebagai lembaga yang mengampu pilar ke-3 (Kendaraan yang berkeselamatan) dari Rencana Umum Nasional Keselamatan Jalan, terus mengupayakan peningkatan keselamatan, salah satunya melalui teknologi pengereman kendaraan bermotor.

Upaya peningkatan keselamatan juga dapat dilakukan melalui teknologi kendaraan, salah satunya adalah penggunaan Antilock Brake System (ABS) dan Electronic Stability Control (ESC),” kata Direktur Pembinaan Keselamatan Perhubungan Darat, Risal Wasal, ketika mengawali Focus Group Discussion (FGD) Sistem Keselamatan Pada Kendaraan Bermotor Berupa ABS dan ESC, di Jakarta (24/9).

Antilock Break System (ABS) adalah sistem pengereman antilock yang dirancang untuk karakteristik pengereman dari kendaraan roda dua dan dapat disesuaikan untuk berbagai macam model sepeda motor dengan kapasitas kecil hingga sepeda motor berperforma tinggi.

“Ini mendukung pengendara saat pengereman, bahkan dalam hal pengereman keras atau di jalan licin. Antilock Break System (ABS) dapat mencegah penguncian roda, menjamin stabilitas kendaraan dan deselerasi optimal saat pengereman,: kata dia.

Sedangkan Electronic Stability Control (ESC) adalah sebuah teknologi terkomputerisasi yang bertujuan untuk meningkatkan keamanan dari sisi pengendalian kendaraan bermotor dengan cara mendeteksi dan meminimalisir slip.

Ketika kontrol ini mendeteksi adanya kehilangan kontrol pengendalian, jelas Risal,  maka dengan otomatis sistem ini akan membantu rem untuk mengendalikan kendaraan.

“Sistem pengereman langsung berjalan ke masing-masing roda, rem roda depan akan mencegah oversteer dan rem roda belakang mencegah understeer,” tandas Risal.(helmi)