Angkasa Pura 2

Hari Ini, Kemenhub Mulai Sosialisasi Kebijakan Ganjil-Genap di Bali

KoridorKamis, 27 September 2018
IMG-20180927-WA0012

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Ditjen Perhubungan Darat (Hubdat)  berencana untuk menyiapkan kebijakan pembatasan kendaraan pribadi dengan menerapkan kebijakan Ganjil-Genap dan pembatasan operasional mobil barang  di Bali guna mendukung kelancaran lalu lintas selama kegiatan tersebut berlangsung.

Langkah itu diambil dalam menyambut kegiatan International Monetary Fund World Bank (IMF-WB) Annual Meeting 2018 di Bali,

“Rencana ini sudah kita rapatkan di Bali dan sudah mendapatkan persetujuan dari Dinas Perhubungan setempat, kemudian Kepolisian dalam hal ini Polda Bali juga sudah menyetujui itu semuanya,” kata Dirjen Hubdat Budi Setiyadi di Jakarta, Kamis (27/9/2018).

Kemenhub mulai hari ini, lanjut dia, mulai melaksanakan sosialisasi di Bali pemberlakukan ganjil-genap sehingga sudah kita pasang banner-banner, kita harapkan ada respon yang positif dari masyarakat Bali

Dirjen Budi mengatakan rencana tindak lanjutnya akan disiapkan aspek legalitas berupa Peraturan Menteri Perhubungan, sosialisasi bersifat edukasi dan penyiapan rambu-rambu lalu lintas termasuk leaflet, booklet dan spanduk.

“Sudah kita siapkan konsep regulasinya dimana dalam minggu ini kita harapkan sudah selesai dan minggu depan kita langsung laksanakan sosialisasi kepada masyarakat untuk bisa kita berlakukan,” ucapnya.

Waktu dan Tempat Ganjil-Genap

Adapun waktu pemberlakuan kebijakan pengaturan Ganjil Genap dan pembatasan operasional mobil barang akan dilaksanakan selama 10 (sepuluh) hari dari tanggal 7 sampai 16 Oktober 2018 dengan jam operasional Pagi pukul 06:00-09:00 WITA dan Sore pukul 15:00-19:00 WITA.

Ruas jalan yang akan diberlakukan pengaturan Ganjil Genap dan pembatasan operasional mobil barang antara lain Jalan Nasional menuju Nusa Dua, yaitu:
- Jl. By pass Ngurah Rai (Simp. Pesanggrahan-Nusa Dua);
- Jl. Raya Uluwatu (Simp. Kali-Uluwatu Arah Nusa Dua);
- Jl. Kampus UNUD (Simp. Kampus-Politeknik arah Nusa Dua);
- Jl. Uluwatu II (Simp. Bali-Simp. Kampus UNUD Ngurah Rai arah Nusa Dua);
- Jl. Siligita (Simp. PDAM-Simp. By pass Ngurah Rai arah Nusa Dua).

Sedangkan kendaraan yang dikecualikan dari kebijakan Ganjil-Genap antara lain kendaraan roda dua, kendaraan dinas, ambulance, mobil derek dan kendaraan delegasi berstiker, serta bagi pembatasan operasional mobil barang diperuntukan untuk kendaraan mobil barang pengangkut bahan bangunan (tanah, pasir, batu, dan besi).

“Kita akan menyiapkan beberapa kendaraan bus umum dan akan mengalihkan kebiasaan masyarakat dengan menggunakan kendaraan pribadi kita harapkan dengan menggunakan kendaraan umum,” sebut Dirjen Budi.(helmi)

loading...