Angkasa Pura 2

Kabar Gembira, Kemenhub Ciptakan Aplikasi Informasi Angkutan Pariwisata

KoridorKamis, 27 September 2018
IMG-20180926-WA0060

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Kecelakaan bus pariwisata ini membuat pemerintah berbenah memperbaiki angkutan pariwisata. Salah satu langkahnya dengan menciptakan aplikasi “Informasi Angkutan Pariwisata” yang kini sudah dapat diakses melalui App Store.

Seperti diketahui, sepanjang 2018, diketahui terdapat 3 kecelakaan bus pariwisata yang terjadi selama kurun Februari- September.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat) Budi Setiyadi di Jakarta, Rabu (26/9/2018) sore, menjelaskan pada awak media bahwa Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menciptakan aplikasi “Informasi Angkutan Pariwisata”.

Dari aplikasi ini, dimaksudkan untuk mengecek rekomendasi kendaraan pariwisata dan PO bus yang berkeselamatan. Masyarakat bisa memilih dan menggunakan bus pariwisata yang terbaik dan berkeselamatan.

Dalam acara jumpa pers tersebut, Dirjen Budi menjelaskan bahwa aplikasi guna mengecek angkutan pariwisata ini sudah tersedia di app store, sehingga masyarakat umum dapat mengunduh aplikasi dan melakukan pengecekan data perusahaan dan data kendaraan.

“Dari aplikasi ini masyarakat dapat melakukan pencarian terhadap data Perusahaan Otobis (PO) termasuk jumlah armada yang dimiliki dan yang beroperasi maupun pencarian data armada kendaraan angkutan pariwisata,” jelas Dirjen Budi.

“Untuk mengetahui keabsahan dokumen angkutan pariwisata, kami sedang membangun aplikasi angkutan pariwisata yang dapat didownload di app store. Dari sana nanti akan muncul daftar kendaraan yang diberikan izin pariwisata,” jelas dia.

“Atau, jika masyarakat hanya ingin melakukan pengecekan terhadap kendaraannya saja maka di sini dapat masuk ke menu pencarian data kendaraan cukup dengan memasukkan nomor polisi kendaraan,” kata Syafrin Liputo Kepala Subdirektorat Angkutan Orang Direktorat Angkutan dan Multimoda pada kesempatan yang sama.

Dengan adanya aplikasi ini, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berharap masyarakat dapat melakukan pengecekan sebelum melakukan perjalanan, hal ini juga untuk meminimalisir resiko kecelakaan.

“Dengan penyediaan aplikasi ini, diharapkan masyarakat dapat menghindari kendaraan pariwisata yang tidak memenuhi laik jalan, tidak mengurus izin, namun tetap beroperasi. Tentu hal ini sangat berbahaya jika digunakan,” tandas Syafrin.(helmi)

 

loading...