Angkasa Pura 2

Pengembangan Teknologi dan Industri Kereta Api Perlu Lebih Prescriptive

Emplasemen LitbangKamis, 27 September 2018
IMG-20180927-WA0050

JAKARTA (beritatrans.com) – Penggunaan teknologi modern dengan dukungan dari industri nasional dalam penyelenggaraan perkeretaapian nasional yang efektif dan efisien perlu diterjemahkan secara lebih prescriptive, yaitu berupa arahan bagi pengembangan teknologi dan industri perkeretaapian.

“Arahan ini diperlukan karena platform pengembangan harus ditetapkan terlebih dahulu sehingga pelaksanaannya mempunyai tujuan yang sama,” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kementerian Perhubungan Sugihardjo saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Teknologi Transportasi Perkeretaapian di Jakarta, Kamis (27/9/2018).

IMG-20180927-WA0048

Sugihardjo mengatakan, dalam konteks alih teknologi ke depan (2030), arah yang akan dituju adalah teknologi modern yang mampu mewujudkan penyelenggaraan perkeretaapian nasional yang efektif, efisien dan ramah lingkungan, didukung oleh penguasaan teknologi yang diwujudkan dengan dukungan industri nasional.

Pada pelaksanaannya, pengembangan teknologi di masa mendatang akan selalu bersinggungan dengan isu-isu keselamatan, efisiensi energi dan emisi yang ditimbulkan dengan memperhartikan keunggulan riset dan kualitas SDM yang unggul.

IMG-20180927-WA0051

Menurut Sugihardjo, kebijakan di bidang industri memiliki peran dalam mendukung pembangunan dan domestikasi industri manufaktur barang kebutuhan perkeretaapian di Indonesia.

Hal yang penting dalam pengembangan teknologi adalah meningkatkan peran industri dalam negeri utnuk mendukung teknologi perkeretaapian. Hal ini harus diprioritaskan sebagai usaha mengurangi ketergantungan dengan pihak luar.

IMG-20180927-WA0049

“Untuk itu, ke depan (2030) arah pengembagan industri perkeretaapian diimplementasikan dalam bentuk: menuju industri, industri pendukung, dan industri jasa pendukung perkeretaapian nasional yang mendiri dan berdaya saing,” katanya.

Kebutuhan standardisasi teknologi yang tepat akan memudahkan industri, industri pendukung menentukan strategi investasi maupun pengembangan teknologi di perushaaan masing-masing.

IMG-20180927-WA0052

“Dengan adanya strategi investasi tersebut, industri dalam negeri dapat mengembangkan riset berkenaan dengan teknologi perkeretaapian sehingga mampu mengurangi life cycle cost produksinya,” katanya.

IMG-20180927-WA0047

Hadir sebagai pembicara dalam FGD tersebut: Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulfikri; Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika Kementerian Perindustrian; Direktur Produksi PT INKA; dan Direktur PT Bina Sarana Dirgantara. Sedangkan yang bertindak sebagai moderator Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Jalan dan Perkeretaapian Badan Litbang Perhubungan Fadrinsyah Anwar. (aliy)