Angkasa Pura 2

Sharing Knowledge CABM Berbagi Cerita Mengenai Standar SIRE di Kapal Tanker

SDMKamis, 27 September 2018
IMG-20180927-WA0008

IMG-20180927-WA0009

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Corp Alumni Bumiseram Makassar (CABM) menggelar sharing knowledge dengan tema Maritie Safety & Operation. Acara di Hotel Ibis Style Sunter, Jakarta, Kamis (27/8/2018) ini mengangkat topik tentang  SIRE.

SIRE atau Ship Inspection Report Programme merupakan patokan atau standar untuk mengukur atau menguji tingkat keselamatan  satu kapal atau crew di dalamnya.

SIRE dilaunching tahun 1993 dan kini berlaku di dunia  international, khususnya di kalal tanker. Saat ini, ada 500 inspector SIRE di dunia.

Kini, perusahaan migas dunia di Timur Tengah, Eropa dan Amerika sudah menggunakan standar SIRE ini. Standar SIRE dinilai cukup  bagus dengan standar keselamatan yang tinggi.

Stabdard SIRE sudah berlaku di kapal-kapal tanker dunia,  terutama di negara-negara maju. Untuk lolos SIRE harus lolos uji atau check list yang mencapai ratusan point dan harus lulus.

Demikian juga untuk crew, juga harus lolos banyak check list  jika ingin  lolos dan bisa bekerja di atas kapal tanker kelas dunia. Jika tidak jangan harap bisa kerja di kapal tanker besar dunia.

“Intinya, SIRE adalah komitmen dan pemahaman mengenai tata kelola dengan stabdard keselamatan yang tinggi  di atas kapal,” kata Capt. Rizky  Jonanton, M.Mar dalam paparannya di sharing knowledge.

Menurut alumni  PIP Makassar ini,
SIRE diberlakukan untuk kapal-kapal substandar atau dibawah standard.  Implikasinya, agar mereka bisa naik kelas, jika akan masuk ke bisnis angkutan  migas di dunia.

Hasil uji standard SIRE  akan dishare dan bisa diakses melalui web secara international. Jadi, jika ada perusahaan ingin mencari kapal, maka cukup mengakses di web SIRE dan semua akan diketahui, kapal tersebut sudah stabdar belum dan bagaimana manajemen di atas kapal akan ketahuan.

“Jika tidak standard sesuai SIRE,  tentu harus berjuang untuk meningkatkan stabdarnya. Para pemilik barang sebelum mencarter kapal tentu ingin yang terbaik dan standard safety tinggi,” kata Capt Agustinus Terry, pemateri lain menambahkan.

Jangan Takut Instruktur SIRE

Namun begitu, Capt. Terry menyarankan agar para pelaut  takut dan pobia para SIRE. “Jika bertemua nakhoda atau instruktur SIRE. Terus ikuti dan pelajari  serta pahami cara kerja dan  pertanyaan yang diajukan,” kata dia.

“Rata-rata pertanyaan untuk lolos uji SITE hampir sama. Semua berangkat  dati kapal dan kalian harus pwlajari dan pahami dengan baik,” papar Capt Terry.

Berdasarkan pengalamn dia di kapal  dan harus mengikuti stabdard SIRE, Capt Tarry justru paham dan bisa mengikuti ketentuan sesuai stabdar SIRE.

“Prinsipnya,  jangan takut SIRE dan justru disana kalian harus belajar dan meningkatkan kemampuan sesuai standard kelas dunia untuk bekerja di kapal tanker,” tandas Capt. Terry.(helmi)