Angkasa Pura 2

Gaet Australia, Kemenhub Tingkatkan Kemampuan Personel Penanggulangan Pencemaran

Dermaga SDMJumat, 28 September 2018
IMG_20180928_144827

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Gaet Pemerintah Australia cq. Australian Maritime and Safety Authority (AMSA), Kementerian Perhubungan melalui Ditjen Perhubungan Laut menginisiasi pelaksanaan Basic Equipment Operator Course atau Pembekalan Personel Penanggulangan Pencemaran Tingkat Operator.

Selenggaraannya diselenggarakan pada 27-28 September 2018 di Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai Kelas I Tanjung Priok Jakarta.

“Kerja sama antara Indonesia dan Australia merupakan kerja sama bilateral yang berada di bawah kerangka Indonesia Transport Safety Assistance Package (ITSAP) yang bertujuan meningkatkan pemahaman dan kemampuan personel penanggulangan pencemaran di pelabuhan,” ujar Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Priok, Capt. Sudiono di Jakarta, Jumat (28/9/2018).

Menurut Capt. Sudiono, pelatihan peningkatan kompetensi personel dalam penanggulangan pencemaran sangat diperlukan. Mengingat kegiatan di perairan meliputi kegiatan pelayaran, pengusahaan minyak dan gas bumi, ataupun kegiatan lainnya mengandung risiko terjadinya musibah yang berpotensi mengakibatkan terjadinya tumpahan minyak yang dapat mencemarkan atau merusak lingkungan perairan.

“Untuk itu, diperlukan sistem tindakan penanggulangan yang cepat, tepat, dan terkoordinasi dari para personel di pelabuhan maupun unit terkait lainnya,” tuturnya.

Kepala Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai Kelas I Tanjung Priok, Mukhlish Tohepaly mengatakan, Pemerintah telah menetapkan kebijakan dan mekanisme dalam kesiapsiagaan penanggulangan pencemaran  yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2010 tentang Perlindungan Lingkungan Maritim dan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM. 58 Tahun 2013 tentang Penanggulangan Pencemaran di Perairan dan Pelabuhan.

“Dalam peraturan tersebut juga diatur tentang kewajiban pengelola kegiatan kepelabuhanan dan unit lain di perairan untuk memenuhi persyaratan penanggulangan pencemaran yang meliputi prosedur, personel, peralatan dan bahan, serta latihan penanggulangan pencemaran,” kata Mukhlish.

Selain pelatihan untuk operator atau pelaksana, lanjutnya, peningkatan kompetensi personel penanggulangan pencemaran juga diberikan untuk tingkat penyelia (supervisor) atau komando lapangan (on scene commander) serta untuk manajer atau administrator sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 58 Tahun 2013 tentang Penanggulangan Pencemaran di Perairan dan Pelabuhan.

“Khusus untuk pembekalan tingkat operator, kegiatan ini akan dilakukan secara berkelanjutan, di mana pelatihan tahap II akan dilaksanakan di Balikpapan 3-4 Oktober 2018 mendatang,” tutup Mukhlish. (omy)

loading...