Angkasa Pura 2

Pasca Gempa Sulteng, Dirjen Hubla Perintahkan UPT Cek Kondisi Sarana dan Prasarana Transportasi Laut

DermagaJumat, 28 September 2018
images (61)

JAKARTA (beritatrans.com) – Direktur Jenderal Perhubungan Laut, R. Agus H. Purnomo memerintahkan jajarannya untuk mengecek sarana dan prasarana transportasi laut di Sulawesi Tengah khususnya Kota Palu dan sekitarnya pasca gempa 7.7 SR yang terjadi sore tadi (28/9/2018).

Menurut informasi yang dikeluarkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa dengan skala 7.7 SR terjadi pada pukul 17.02 WIB dengan kedalaman 10 km yang bersumber dari 80 km sebelah barat kota Palu.

Dirjen Agus menyampaikan duka yang mendalam terhadap terjadinya musibah gempa bumi yang terjadi di Sulawei Tengah dan sekitarnya tersebut.

“Gempa di Sulawesi Tengah khususnya di Kota Palu dan sekitarnya tentu meninggalkan efek dan trauma bagi warga. Semoga warga kota Palu dan sekitarnya dalam kondisi selamat pasca gempa tersebut,” ujar Dirjen Agus.

Dirjen Agus juga memerintahkan jajarannya untuk mengecwk sarana dan prasarana yang terkena gempa tersebut khususnya kota Palu dan sekitarnya.

“Sejauh pengecekan yang telah kami lakukan, dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) di wilayah Palu dan sekitarnya seperti Pelabuhan Ampana dilaporkan aman, Pelabuhan Luwuk Aman,” ujar Dirjen Agus.

Selain kedua pelabuhan tersebut, terjadi kerusakan akibat gempa di Pelabuhan Ogoamas berupa adanya retak di Talaud dan terjadi pergeseran dermaga ke sisi kanan sepanjang 3 cm.

“Kami belum mendapatkan laporan dari Pelabuhan Palu, Pantoloan dan Donggala karena jaringan komunikasi terputus akibat gempa,” terang Dirjen Agus.

Dirjen Agus meminta agar jajarannya di lokasi gempa untuk tetap waspada terhadap gempa susulan yang masih terjadi sewaktu-waktu dan menginstruksikan untuk terus melakukan pengawasan dan pengecekan adanya kerusakan pasca gempa bumi di pelabuhan.

Sementara itu, sesuai arahan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, Ditjen Perhubungan Laut akan membentuk Quick Response Team yang langsung diterjunkan ke lokasi bencana gempa bumi tersebut.

“Kami telah membentuk Quick Respone Team untuk membantu memberikan pertolongan bagi korban gempa. Saya juga menginstruksikan agar UPT di sekitar wilayah bencana gempa tersebut untuk memberikan pertolongan sebagai bagian dari Quick Response Team Ditjen Perhubungan Laut,” ujar Dirjen Agus.

Dirjen Agus juga menjelaskan bahwa kapal patroli kelas I dan kelas II dari KSOP Bitung dan Pangkalan PLP Bitung sebagai bagian dari Quick Response Team siap siaga untuk membantu musibah gempa bumi tersebut.

Sebagai informasi, Ditjen Perhubungan Laut juga menyiapkan posko khusus untuk memantau perkembangan musibah gempa tersebut dengan lokasi di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan yang mulai beroperasi besok (29/9/2018).(aliy)
 

loading...