Angkasa Pura 2

Pengembangan Bandara Komodo Sesuai Status Sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional

Bandara KokpitJumat, 28 September 2018
modo-553x400

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Direktur Bandar Udara Ditjen Hubud Polana B Pramesthi menjelaskan bahwa pengembangan Bandar Udara Komodo, tergolong sebagai proyek brown field.

Dalam rencana induk pengembangan Bandara Komodo tahun 2014 telah ditetapkan tahapan pengembangan fasilitas yang dibutuhkan bandara. Pada tahun 2016, Kementerian Pariwisata menetapkan Labuan Bajo dan Kawasan sekitarnya sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

“Bandara Komodo telah ditetapkan menjadi KSPN, karenanya memiliki nilai strategis pembangunan ekonomi pariwisata bagi daerah setempat dan pembangunan ekonomi Indonesia di sektor pariwisata,” tutur Polana di Jakarta, Jumat (28/9/2018).

Polana menguraikan detail time line proyek KPBU Bandara Komodo Labuan Bajo, pada bulan September 2018 ini telah dilakukan penyusunan studi kelayakan (Final Business Case/ FBC). Lelang KPBU akan dimulai pada Oktober 2018 dan penetapan hasil lelang KPBU pada November 2018.

Selanjutnya tanda tangan kontrak KPBU pada Desember 2018. Diharapkan financial close dan masa transisi dapat terjadi pada Semester I 2019 sehingga konstruksi dan masa operasi bisa dimulai pada semester II 2019.

“Diharapkan pada semester II Tahun 2019 proyek KPBU Bandara ini dapat mulai beroperasi dan mulai konstruksi untuk pengembangan-pengembangan yang ditargetkan,” ungkap Polana. (omy)