Angkasa Pura 2

Ini Hasil Pengecekan Fasilitas Bandara di Sulteng dan Sekitarnya Pasca Gempa 7,7 SR

Bandara KokpitSabtu, 29 September 2018
IMG_9358_edit-553x400

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Pelaksana Tugas Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Pramintohadi Sukarno menyanpaikan keprihatinannya atas musibah gempa 7,7 SR di Sulawesi Tengah (Sulteng) kemarin (29/9/2018) sore.

Pramintohadi menginstruksikan kepada seluruh jajaran untuk mengecek fasilitas transportasi udara yang terdampak gempa, baik di Sulawesi Tengah, Gorontalo, maupun daerah sekitarnya.

“Kami turut prihatin dan saya telah menginstruksikan kepada seluruh jajaran baik di Bandara Mutiara SIS Al-Jufri Palu, Gorontalo dan bandara-bandara sekitar untuk bergerak cepat mengecek seluruh fasilitas maupun kegiatan operasional penerbangan di sana dan semoga tidak ada kerusakan berat dan operasional penerbangan berjalan dengan normal”, urai Pramintohadi di Jakarta, Sabtu (29/9/2018).

Dari Palu telah diperoleh laporan bahwa Aerodrome Control Tower di Bandara SIS Al-Jufri retak dan rusak. Untuk sementara operasional di Bandara ini ditutup sejak sore ini sampai dengan 24 jam kedepan.

“Sesuai *Notam Nomor H0737/18* Bandar Udara Mutiara Sis Al Jufri Palu ditutup dari 28 September 2018 pukul 19.26 WITA sampai dengan estimasi 29 September 2018 pukul 19.20 WITA karena terdampak gempa bumi,” jelas Pramintohadi.

Selain Bandara Palu, pihaknya juga menerima laporan dari Kepala Bandara lain di sekitarnya, semua dalam kondisi aman.

“Fasilitas Bandara di beberapa bandara sekitar baik sisi udara maupun sisi darat dalam keadaan baik dan dapat beroperasi normal,” tuturnya.

Meskipun demikian, Pramintohadi memerintahkan kepada jajarannya pada Unit Pelaksana Teknis Ditjen Hubud untuk menigkatkan koordinasi dengan pihak terkait dalam pengecekan fasilitas transportasi udara agar tidak ada informasi yang terlewat. 

Pramintohadi juga meminta kepada seluruh stakeholder penerbangan di Palu dan daerah lain yang terhubung untuk tetap memaksimalkan pelayanan kepada penumpang. Pelayanan penumpang di bandara harus tetap memperhatikan aspek keamanan dan kenyamanan sesuai aturan penerbangan sipil internasional dan nasional.

“Saya juga memerintahkan agar dalam mengecek fasilitas bandara kita selalu berkoordinasi dengan stakeholder terkait agar dapat saling memberi informasi yang fix dan tidak ada yang info yang terlewat dan tetap perhatikan aspek keamanan dan kenyamanan dalam pelayanan kepada penumpang,” pungkas Pramintohadi.

Ini Kondisi Fasilitas dan Peralatan Bandara dan navigasi penerbangan pasca gempa Sulteng:

1. Bandara Andi Jemma-Masamba: Normal

2. Bandara Lagaligo-Bua: Normal

3. Bandara Rampi: Normal

4. Bandara Bone: Normal

5. Bandara Tanjung Api-Ampana: Normal

6. Bandara Pongtiku-Tana Toraja: Normal

7. Bandara Haluoleo-Kendari: Normal

8. Bandara Kasiguncu-Poso: Normal

9. Bandara Pogogul-Buol: Normal

10. Bandara Sultan Bantilan- Toli Toli: Normal

11.Bandara Syukuran Aminuddin Amir: Normal. (omy)