Angkasa Pura 2

Angka Kecelakaan di Jalan Raya Harus Diturunkan

Aksi Polisi Koridor SDMMinggu, 30 September 2018
IMG-20180930-WA0022

IMG-20180930-WA0021

BEKASI (BeritaTrans.com) – Angka kecelakaan di jalan raya di Indonesia masih tinggi. Kecelakaan di jalan menyebabkan kematian yang tinggi, terlebih korbannya adalah orang-orang di usia produktif bahkan di kalangan pelajar dan mahasiswa di Tanah Air.

Demikian disampaikan Dirjen Perhubungan Darat (Hubdat) Kementerian Perhubungan (Kemenhub pada Dialog Nasional sekaligus Pekan Keselamatan jalan Raya di Bekasi (30/9/2018).

Kita semua harus memperjuang menegakkan aturan dan menecagah jatuhnya korban jiwa di jalan raya. “Kecelakaan di jalan raya tahun 2015 menjadi “mesin pembunuh” terbesar di Indonesia, melebihi kematian akibat kanker  atau serangan jantung sekalipun,” kata Dirjen Hubdat Budi Setiyadi.

Dirjen Budi menyampaikan hal itu  di depan ribuan warga Kota Bekasi, pelajar dan mahasiwa, termasuk perwakilan taruna transportasi dari STPI Curg, STIP Jakarta dan STTD Bekasi ikut hadir dan berpartisipasi dalam dialog nasional itu.

“Tugas kita bersama, termasuk masyarakat, pelajar dan mahasiswa untuk mendidik dan memberdayakan masyarakat guna menghindari terjadinta kecalakaan di jalan. Terlebih kasus laka dengan vatalitas yang tinggi,” jelas Dirjen Budi.

IMG-20180930-WA0020

Tugas Bersama

Tahun 2015 lalu, korban meninggal dunia di jalan raya mencapai dua orang per jam. Masih menurut data Polri, sebanyak 72% korban kecelakaan termasuk dengan vatalitas tinggi melibatkan pengguna dan pengemudi sepeda motor.

“Mereka itu, rata-rata berusia 20-40 tahun. Termasuk para pelajar dan mahasiswa, dan pihak usia produktif dan tulang punggung keluarganya,”  papar Dirjen Hubdat.

Angka korban kecelakaan di jalan raya harus terus diturunkan. Sudah terlalu banyak korban meninggal dunia di jalan raya akibat kecelakaan.a

“Tugas Kemenhub bersama komponen masyarakat lainnya, bagaimana mendidik dan membangun budaya tertib dan taat berlalu lintas segingga bisa menbcegah terjadinya kecelakaan di jalan raya,” pinta Dirjen Budi.

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menevgah kecelakaan termasuk mengatasi korban akibat kecelakaan dengan cara-cara yang benar, sehingga makin banyak korban yang bisa diselaatkan.

“Membangun budaya tertib dan taat berlalu lintas mutlak harus dilakukan. Dia antara penyebab kecelakan antara lain budaya tidak tertib, melanggar lalu lintas, melebihi batas muatan seperti naik motor tiga orang, membawa beban berlebihan.”

“Dan satu hal lagi, tentuya perulaku tidak tertiba, sehingga memicu terjadinya kecelakaan dengan vatalitas tinggi,” terang Dirjen Budi.(helmi)