Angkasa Pura 2

Begini Cara Walikota Bekasi Sadarkan Anak-Anak SMA/SMK Tak Naik Sepeda Motor ke Sekolah

Koridor SDMMinggu, 30 September 2018
IMG-20180930-WA0005

IMG-20180930-WA0006

BEKASI (BeritaTrans.com) – Walikota Bekasi Rachmat Effendi ternyata piawai mendidik dan menyadarkan anak-anak SMA/SMK di wilayahnya  kerjanya agar tidak naik motor ke sekolah karena belum berusia 17 tahun dan belum mempunyai SIM.

Disela-sela Dialog Nasional di Toton Baho, Bekasi,  Walikota  Bekasi Rachmat memanggil para putra-putrinya untuk maju dan dialog bersama.

Saat itulah Pepen, sapaan akrab Walikota Bekasi,  menyampaikan hal-hal yang dilarang di sekolah seperti tawuran, dan lainnya. Termasuk tidak boleh membawa sepeda motor lalau belum dewasa atau 17 tahun.

Saat itulah pelajar atas nama Tegar dari  SMK Mutiara Baru Bekasi mengaku ke sekolah naik sepeda motor. Oleh Pepen, dia diingatkan, jangan naik sepeda motor ke sekolah karena masih anak-anak dan belum mempunyai SIM C.

“Tolong sampaikan ke teman-teman khususnya SMA/ SMK untuk tidak naik sepeda motor ke sekolah. Naik saja angkutan umum, kita susah semakin baik,” kaya Pepen mengingatkan.

Dengan kesadaran penuh,  Tegar  berjanji tak akan naik sepeda motaor lagi, sampai usia 17 tahun dan mempunyai SIM C. “Mulai hari ini, saya sadar dan tak akan naik sepeda motor ke sekolah,” kata dia.

Janjikan Hadiah Umrah

Mendengar pernyataan itu, Pepen pun menyambut gembira. “Jadi jangan naik sepeda motor lagi ke sekolah. Nanti saya cek dan sidak ke sekolah kalian,” jelas Pepen.

Ingat, pesan Pepen, kalian adalah calon pemimpin di masa depan. Jaga kesehatan dan belajar  yang baik agar menjadi anak pintar.

“Jika kamu (Tegar) komit tidak naik sepeda motor dan rajin di sekolah,  nanti saya berangkatkan untuk Ibadah Umroh.”

“Jadi, jangan naik sepeda motor ke sekolah,” tandas  Pepen di depan Menkes Bola F.Moeloek dan Dirjen Hubdat Budi Setiyadi itu.(helmi)