Angkasa Pura 2

Dukung Pariwisata Tanjung Puting, KSOP Kumai Uji Petik Kapal dan Sosialisasi Kespel

DermagaMinggu, 7 Oktober 2018
IMG-20181007-WA0071

IMG_20181007_181419

KUMAI (beritatrans.com)- Dalam rangka mendukung pariwisata Kalimantan Tengah, khususnya, Tanjung Puting, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubunvan Cq. Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Kumai, Kotawaringin, melalukan uji petik kapal-kapal tradisional dan sosialisasi keselamatan pelayaran kepada awak kapal dan penumpang.

Kepala KSOP Kelas IV Kumai, Capt. Wahyu Prihanto kepada para awak media yang tergabung dalam Forum Wartawan Perhubungan (Forwahub) di Kumai, Kalimantan Tengah, Minggu (7/10/2018), mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan Kementerian Perhubungan, khususnya Ditjen Hubla kepada pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam upaya percepatan pebangunan ekonomi, khususnya sektor pariwisata.

IMG_20181007_155210

“Kegiatan ini sebagai bentuk dukungan kami terhadap upaya pemerintah daerah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya dari sektor pariwisata,” kata Capt. Wahyu.

Sedangkan kegiatan uji petik dilakukan terhadap dua kapal tradisional yang digunakan untuk mengangkut penumpang dan wisatawan ke Tanjung Puting, yaitu KM Kalimantan Explore dan KM Sekonyer.

Marine Inspector Capt. Ari Wibowo yang memimpin uji petik kedua kapal tersebut menyampaikan bahwa temuan di KM Kalimantan Explore adalah belum memiliki alat komunikasi radio sebagai salah satu syarat keselamatan pelayaran.

IMG-20181007-WA0031

“Terhadap KM Kalimantan Explorer ini kami rekomendasikan agar KSOP Kumai tidak memberikan sertifikat keselamatan, kecuali bila kapal tersebut telah melengkapi diri dengan alat komunikasi radio,” kata Kasie Keselamatan Kapal, Sertifikasi Kapal Ikan dan Kapal Penumpang Direktorat Perkapalan dan Kepelautan Ditjen Hubla ini.

Sedangkan hasil uji petik terhadap KM Sekonyer tidak ada temuan yang berarti. Semunya telah memenuhi aspek keselamatan.

“Hanya ada temuan minor yaitu di life jacket tidak ada nama kapal. Tapi temuan itu tidak terlalu memengaruhi keselamatan pelayaran, sehingga kapal dapat tetap berlayar dan diberi sertifikat keselamatan.

IMG-20181007-WA0038

Turut serta dalam uji petik tersebut Kasubdit Sarana dan Prasarana Direktorat Perkapalan dan Kepelautan Zulistian, Kabag Humas dan Organisasi Ditjen Hubla Gusrional, Kepala Distrik Navigasi Kelas II Banjarmasin Abdul Kasim Tualeka, Kasubag Humas Ditjen Hubla Wisnu Wardana, dan pejabat terkait lainnya. (aliy)

loading...