Angkasa Pura 2

Perum DAMRI Perlu Kembangkan Layanan Angkutan Logistik dan Wisata di Jayapura

Destinasi KoridorMinggu, 7 Oktober 2018
IMG-20181006-WA0036

IMG-20181006-WA0039

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Manajemen Perum DAMRI  perlu mengkaji dan  mengembangan bisnis dan layanannya di Papua. Bus DAMRI jangan hanya terpaku pada angkutan penumpang. Kini saatnya memulai usaha lain seperti angkutan barang.

“Bus DAMRI  masih mungkin membawa barang dari daerah tersebut yang mungkin dijual di Kota Jayapura,” kata Kepala Lab Transportasi Unika Soegijopranoto Semarang Djoko Setijowarno kepada BeritaTrans.com, Minggu (7/10/2018).

Selain itu, lanjut dia,  jika orang ke Jayapura tidak harus menginap, bisa pulang pergi dalam sehari. Lebih hemat.

Untuk kelima rute bus DAMRI di sekitar Jayapura tersebut dilayani sebanyak 23 armada bus sedang bantuan Ditjenhubdat, Kemenhub.

Skow di akhir pekan dan hari libur, papar Djoko,  layanan bisa mendekati Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skow. “Sementara, PLBN Skow sudah merupakan daerah tujuan wisata warga Jayapura atau pendatang singkat yang ke Jayapura,” sebut dia

Belum lagi melewati Kawasan Pasar Koya ada nuansa lain yang bisa diperoleh disini. Di Pasar Koya pedagang  menjual buah-buahan dan sayuran hasil usaha pertanian warga transmigrasi berasal dari Pulau Jawa.

“Wisatawan  yang lewat, pasti disinggahi warga yang pulang dari PLBN  Skow,” kilah Djoko.

Untuk menambah pengguna bus umum dan pendapatan, menurut Djoko, manwjemen DAMRI harus berinovasi.  Tentunya tetap mempertahankan pangsa pasar yang ada.

IMG-20181006-WA0041

Angkutan Logistik

Mengembangkan angkutan logistik di sekitar Jayapura dan sekitarnta harus mulai dilirik Perum DAMRI.
“Semua ini menjadi upaya DAMRI dalam membantu menaikkan pendapatan dan membantu warga sekitar Jayapura mendapatkan hasil bumi yang lebih murah dari sekarang,” sebut Djoko.

Angkutan logistik tersebut, tambah Djoko, juga  sudah dilakukan rute Tanjung Selor – Malinau (Kaltara), angkut penumpang dan barang.

“Tingkat isian penumpang sudah di atas 70% dan pendapatan dari angkutan barang bisa di atas Rp5 juta per bulan,” tegas Djoko.(helmi)