Angkasa Pura 2

Airnav Siapkan Tower Darurat dan Super Darurat di Palu

Bandara KokpitSenin, 8 Oktober 2018
IMG-20181007-WA0013

PALU (BeritaTrans.com) – Dalam mendukung kelancaran penerbangan untuk bantuan kemanusiaan dan angkutan penumpang pasca gempa dan tsunami Palu dan Donggala Sulawesi Tengah, Airnav Indonesia menyiapkan tower darurat dan super darurat.

Hal itu mengingat tower eksisting di Bandara Mutiara Sis Al Jufri dalam kondisi rusak. Saat ini tengah dilaksanakan perampungan pembangunannya kembali.

“Saat Gempa terjadi Jumat (28/9/2018), tower AirNav di Bandara Palu roboh dan sejumlah peralatan navigasi mengalami kerusakan. Bahkan seorang personel navigasi penerbangan, Antonius Gunawan Agung, turut gugur dalam gempa tersebut. Meski demikian, AirNav tetap bekerja memastikan bandara Palu dapat dibuka kembali,” ujar Direktur Utama Airnav Indonesia Novie Riyanto, Senin (8/10/2018).

Pihaknya harus bekerja keras memastikan layanan navigasi penerbangan berfungsi kembali sehingga penerbangan dapat dibuka dan Palu tidak boleh terisolasi. Bantuan dan penanganan bencana sangat bergantung kepada bandara.

Akhirnya, tidak sampai 18 jam dengan membuat tower super darurat di tandem roller, pelayanan navigasi dapat dilakukan. Petugas navigasi bekerja keras untuk mengatur penerbangan dengan alat yang sangat darurat namun harus tetap memerhatikan keselamatan penerbangan.

Sementara itu teknisi AirNav juga terus bekerja memeriksa dan memperbaiki peralatan navigasi agar pelayanan dapat ditingkatkan dari VFR (Visual Flight Rules) menjadi IFR (Instrumen Flight Rules).

Senin (1/10/2018) tower darurat akhirnya berdiri dan digunakan untuk melayani penerbangan. Tower darurat ini digunakan sambil menunggu kedatangan mobile tower dari Lombok yang didatangkan dengan kapal.

“Hari ini, pelayanan navigasi dilakukan dari mobile tower dan diharapkan meningkatkan terus layanan navigasi untuk membantu proses pemulihan Palu,” tuturnya. (omy)