Angkasa Pura 2

Antisipasi Kedatangan Delegasi IMF, Ditjen Hubud Atur Slot Time Penerbangan di Bali

BandaraRabu, 10 Oktober 2018
images (2)

JAKARTA (beritatrans.com) – Perhelatan akbar Annual Meetings (AM) International Monetary Fund (IMF)-World Bank Group (WBG) dan side event berlangsung pada 8-14 Oktober 2018 di Bali.

Acara ini rencananya akan dihadiri kurang lebih 30 ribu orang termasuk tamu VVIP yaitu 12 Kepala Negara dan tamu VIP yang terdiri dari Presiden World Bank, Managing Director IMF, para Menteri Keuangan dan utusan Bank Sentral dari 189 Negara yang semuanya akan masuk melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali.

Untuk memastikan semua persiapannya berjalan dengan baik dan lancar, Pelaksana Tugas Dirjen Hubud M. Pramintohadi Sukarno mengecek secara langsung persiapannya di sela-sela penugasan untuk menghadiri salah satu side event IMF-WB Annual Meeting Tri Hita Karana, Forum Sustainable Development yang dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan.

Sampai dengan saat ini, jumlah VVIP flight Kepala Negara dijadwalkan 12 flight termasuk pesawat yang membawa Presiden RI Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Pada Rabu 10 Oktober, pagi tadi telah mendarat di Bali Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Dijadwalkan sore sampai dengan malam nanti akan tiba beberapa flight VVIP yang membawa Perdana Menteri Singapura, Perdana Menteri Kamboja, Sultan Brunei Darusalam, Presiden Filipina dan direncanakan Presiden RI Joko Widodo. Selanjutnya, pada Kamis 11 Oktober telah dijadwalkan Perdana Menteri Malaysia, Perdana Menteri Thailand, Myanmar, Presiden Vietnam dan Laos pun akan tiba di Bali.

Pramintohadi menjelaskan bahwa penanganan para VVIP yang akan hadir telah direncanakan dan disimulasikan sebelumnya untuk flow kedatangan di terminal sampai dengan keluar dari terminal kedatangan maupun pengaturan traffic udara akibat VVIP movement.

“Kedatangan VVIP akan masuk mengikuti jalur VIP I dan langsung dibawa ke Gedung VIP untuk proses Custom Immigration and Quarantine kemudian dengan menggunakan kendaraan kepresidenan para tamu VVIP akan dibawa menuju tempat acara,” jelas Pramintohadi.

Pramintohadi menambahkan bahwa untuk acara IMF-WB 2018 telah ada pengajuan VVIP flight 22 flight. Untuk itu perlu diatur slot time dan dikoordinasikan antara stakeholder penerbangan dalam hal ini Ditjen Hubud, Airnav Indonesia dan Angkasa Pura selaku operator bandara. Akan ada notice to airman atau NOTAM yang dikeluarkan untuk menginformasikan pergerakan VVIP flight dimaksud.

“Saya telah meminta Posko Terpadu untuk membuat blocking time sesuai jam NOTAM, melakukan monitoring slot penerbangan yang terdampak serta perlu untuk dilakukan pergeseran slot penerbangan dan terus berkoordinasi dengan maskapai serta ground handler terkait pergeseran slot penerbangan sehingga bisa melakukan adjustment pada system masing-masing. Kepada airlines diminta untuk menginformasikan kepada para calon penumpang bila terjadi arrival holding maupun penundaan keberangkatan sehingga tidak menimbulkan keresahan,” lajut Pramintohadi.

Untuk mendukung kelancaran operasional penerbangan di Bali, Ditjen Hubud telah mengantisipasi dengan menyiagakan bandara sekitar antara lain, Bandara Zainuddin Abdul Madjid di Lombok, Bandara Banyuwangi dan Bandara Juanda di Surabaya.(aliy)