Angkasa Pura 2

Di Sela IMF-World Bank Annual Meetings, Angkasa Pura II & Telkomsel Tandatangani Kerja Sama Kembangkan Digitalisasi & Smart Airport

Bandara Telekomunikasi & PosRabu, 10 Oktober 2018
IMG-20181010-WA0006

NUSA DUA (BeritaTrans.com) – Malam ini, Rabu (10/10/2018), di sela-sela perhelatan IMF – World Bank Annual Meetings 2018, ditandatangani Mou antara PT Angkasa Pura II dengan Telkomsel.

Penandatangan oleh Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) II Muhammad Awaluddin dan Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah itu digelar di Hotel Club Med, Nusa Dua, Bali.

Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) II Muhammad Awaluddin mengemukakan kerja sama fokus pada pengembangan digitalisasi airport community dan pengembangan amart airport.

“Pengembangan menggunakan layanan Telkomsel myBusiness Solution di lingkungan bandara-bandara yang dikelola Angkasa Pura II,” ungkap Awaluddin kepada BeritaTrans.com dan Aksi.id.

Dia menjelaskan layanan produk telekomunikasi dan layanan pembayaran berbasis digital (e-payment) meliputi layanan paket data dan e-payment system di lingkungan bandara PT Angkasa Pura II.

Selain itu, solusi internet of things (IoT) di lingkungan bandara PT Angkasa Pura II dan layanan yang dibutuhkan ke dua belah pihak termasuk layanan Telkomsel mybusiness solution lainnya.

Sementara itu, Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah menyatakan Telkomsel senang dapat mendukung pengembangan smart airport dan digital business PT Angkasa Pura II

Telkomsel banyak memiliki layanan solusi berbasis teknologi seluler untuk mendukung kegiatan operasi, pelayanan dan bisnis PT Angkasa Pura II

BISNIS BARU

Sebelumnya konsep Smart Airport juga ditingkatkan dengan layanan electronic boarding pass bagi maskapai-maskapai yang beroperasi di bandara AP II.

Awaluddin yakin bisnis digital akan berkembang pesat setelah melakukan berbagai pertimbangan dari berbagai sisi, yaitu pertumbuhan pasar, kemampuan perusahaan, serta keunggulan industri. “Kami melakukan analisis, AP II memiliki peluang besar untuk meraih pendapatan dari bisnis baru yaitu Airport e-payment, Airport Big Data, dan Airport e-commerce,” jelasnya.

Menurut Awaluddin, penguasaan terhadap data dan kemampuan mengekstraksi memiliki manfaat cukup besar. AP II mempunyai data terkait dengan penerbangan yang begitu cepat berubah atau terbarui serta sangat beragam.

“Diperlukan pengelolaan data dan sistem analisis yang kompleks agar data mentah tersebut dapat menjadi lebih bernilai. Secara umum, data dapat meningkatkan nilai industri nasional, baik itu industri penerbangan, industri pariwisata, komersial, dan lain sebagainya,” tutur Awaluddin.

Ia juga memberikan informasi pengembangan digitalisasi di bandara-bandara AP II mengikuti pengembangan yang dilakukan perusahaan secara fisik melalui prasarana udara dengan perluasan apron, pengembangan runway, dan taxiway. Untuk prasarana darat, ada pembangunan terminal dan fasilitas pendukungnya.

Ia berharap, digitalisasi sistem teknologi informasi dengan kapasitas prasarana udara dan darat mampu menyejajarkan bandara AP II dengan bandara kelas dunia. (awe).

loading...