Angkasa Pura 2

Kunjungi Pelabuhan Pomako, Irjen Kemenhub Pertanyakan RTG Yang Tak Bisa Beroperasi

Dermaga Koridor SDMRabu, 10 Oktober 2018
IMG-20181011-WA0004

IMG-20181011-WA0001

POMAKO (BeritaTrans.com) -  Saat meninjau Pelabuhan Pomako,Timika, Pemkab Mimika, Papua Irjen Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Dr. Wahju Satrio Utomo mendapati salah satu alat berat Reachteker Gantry Crane  (RTG) tidak dapat beroperasi.

Alat berat itu datang tahun 2017 silam. Tapi pihak UPP Pomako sendiri tidak jelas, status kepemilikan barang itu. Konon berasal dari bantuan PT Freeport Indonesia. Tapi dokumen serah terima RTG tidak ada.

Dalam kunjungan kerja ke UPP Pomako, Selasa (9/10/2018)  Tommy, sapaan akrab Irjen Kemenhub itu sempat mempertanyakan RTG itu, yang ternyata tak bisa dioperasikan lagi.

Menurut cerita pihak UPP Pomako kepada Irjen Kemenhub didampingi Inspektur I M  Anti Julianto dan Inspektur IV Imam Hambali,  RTG datamg sejak tahun 2017 silam.

Tapi RTG itu dioperasikan oleh orang yang bukan ahlinya. Akhirnya tak bisa optimal, bahkan rusak  dan sampai kini tak bisa memperbaiki. Kini RTG justru teronggok di lapangan penumpukan tapi tak bisa berfungsi.

Kondisi saat ini, RTG itu masih dibiarkan tak beroperasi di sisi lapangan penumpukan petikemas tak jauh dari kantor UPP Pomako, Timika, Papua.

Secara fisik, RTG “naas” itu masih kelihatan bagus. Bahkan cat dan penampakan RTG dari luar sekilas tak ada   yang tahu kalau alat berat itu rusak.

IMG-20181011-WA0005

Petikemas Masuk Pomako

Sementara, Pelabuhan Pomako, Timika tergolong cukup besar. UPP Pomako mempunyai dermaga yang bisa disinggahi kapal-kapal petikemas dan didukung lapangan penumpukan petikemas yang cukup representatif.

Truk besar yang mampu mengangkut  muatan sampai 10 ton bisa masuk dan merapat ke dermaga Pelabuhan  Pomako. Dan aktivitas bongkar muat kapal bisa jalan dengan memanfaatkan crane kapal masing-masing.

Selain itu, akses jalan keluar masuk  Pelabuhan Pomako cukup bagus dan sudah  ada angkutan umum (angkot) yang beroperasi secara reguler.

Pantauan  BeritaTrans.com di lapangan, angkot tersebut beroperasi sampai petang. Meski potensi penumpang masih kecil, tapi ada puluhan angkot yang beroperasi sampai ke kawasan Pelabuhan Pomako ini.

Sementara, beberapa perusahaan pelayanan besar sudah masuk ke Pomako, termasuk kapal-kapal petikemas. Mereka adalah PT SPIL, PT Tanto Lines, PT Meratus Lines.

Selain itu, ada pula kapal tongkang yang keluar masuk membawa muatan ke Pelabuban Pomako, Timika, Papua.(helmi)

loading...