Angkasa Pura 2

Mengintip Perbaikan Fasilitas Bandara Palu

Bandara KokpitRabu, 10 Oktober 2018
IMG-20181010-WA0029

PALU (BeritaTrans.com) – Pelaksana Tugas Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Pramintohadi Sukarno menjelaskan bahwa hingga 9 Oktober, progress perbaikan operasional terminal Bandara Mutiara SIS Al Jufri Palu, Sulawesi Tengah pasca gempa dan tsunami akhir September lalu, sudah signifikan.

Proses pelayanan penumpang telah dapat berjalan lancar dan aman; counter checkin berfungsi normal; Belt conveyor bagasi berfungsi normal; FIDS berfungsi normal; Mushallah dan toilet lantai 1 berfungsi normal; Ruang tunggu lantai 1 berfungsi normal; Ruang tunggu keberangkatan lantai 2 tahap pembersihan reruntuhan dan identifikasi kondisi struktur bangunan.

“Pendingin ruang dan penerangan juga berfungsi normal, begiru juga dengan pelayanan ground handling. Ketersediaan peralatan dan personel dilaporkan cukup memadai untuk melayani penerbangan saat ini,” ujar Pramintohadi, Rabu (10/10/2018).

Sementara itu, progress perbaikan sisi udara Bandara juga terus dilakukan dengan maksimal. Runway 33 yang panjang 2.500 m, sekitar 250 m dari ujung Runway mengalami rusak berat.

Gempa susulan yang terjadi kemarin (9/10/2018), mengakibatkan kerusakan bertambah. Untuk itu saat ini sedang dilakukan kajian geoteknik untuk menentukan langkah penanganan perbaikan.

“Pada Runway 15, 250 m dari ujung Runway mengalami kerusakan sedang berupa penurunan dan retak memanjang,” ungkapnya.

Perbaikan yang dilakukan adalah rekonstruksi perkerasan runway dengan pengecoran beton K 350 vol +- 173 m3 dan dilakukan injeksi grouting pada bagian yang retak sepanjang +- 40 m.

Perbaikan ditargetkan selesai pada 11 Oktober 2018 sehingga efektif panjang runway menjadi 2.250 x 45 m.

Kondisi Taxiway A dan B serta apron berfungsi normal. Sementara kondisi dan operasional peralatan navigasi penerbangan, ATC Mobile Tower telah berfungsi penuh dengan jumlah ATC yang bertugas di Mobile Tower sebanyak 24 Orang.

“Untuk tower darurat telah dilakukan pembongkaran untuk pembangunan kembali,” pungkas Pramintohadi. (omy)