Angkasa Pura 2

Pentingnya Menjaga Keselamatan Pelayaran Ferry di Selat Singapura

DermagaRabu, 10 Oktober 2018
IMG-20181010-WA0013

IMG_20181010_161412

BALI (BeritaTrans.com) – Kapal Ferry menjadi salah satu angkutan penumpang untuk penyeberangan. Tak hanya penyeberangan antar pulau dalam negeri, namun antarnegara juga banyak menjadi alternatif, selain menggunakan angkutan udara.

Saat ini angkutan ferry dari Batam, Bintan, dan Tanjung Pinang Kepulauan Riau banyak dipilih penumpang ke dan dari Singapura.

“Kebanyakan kapal ferry yang beroperasi merupakan kapal cepat, sementara di Selat Singapura banyak crosing kapal sehingga memiliki potensi marabaya,” jelas Kepala Distrik Navigasi Tanjung Pinang Raymond Sianturi yang juga Ketua Delegasi Indonesia pada pertemuan bilateral dengan MPA Singapura di Bali, Rabu (10/10/2018).

Menurutnya keselamatan pelayaran Ferry sangat penting dan jangan sampai kejadian kecelakaan. Untuknya, sebelum terjadi agar ada persiapan bagaimana agar terhindar dari insiden.

“Kapal ferry muatannya adalah manusia dan berkaitan juga dengan batas laut kedua negara (Indonesia-Singapura), sehingga harus disepakati SOP (Standar Operation Procedure) bersama-sama,” ungkapnya.

Misalnya saja terkait bagaimana bila musibah terjadi di Indonesia atau Singapura. Boleh tidak SAR kedua negara turun. Intinya agar kalau terjadi musibah agar tidak ada terjadi hambatan dalam pertolongannya.

Hal itu lantaran terkait dengan jiwa manusia dalam kapal. Telat sedikit kata dia, bisa saja kehilangan jiwa. Pertolongan musibah agar bisa cepat dengan adanya kesepakatan SOP penanganan musibah di laut.

“Apalagi di Selat Singapura juga dilewati kapal-kapal besar, tangker, kapal solas dan non solas,” ungkap dia.

Sedikitnya dalam satu tahun sebanyak 100 ribu pergerakan kapal melalui Selat Singapura. Termasuk diantaranya ferry cepat yang kini tengah menjadi perhatian.

“Pada Maret 2019 diagendakan Ferry mishap exercise yakni dilakukan simulasi di laut setelah SOP rampung sekalian uji coba apakah dah tepat diimplementasikan atau perlu perubahan lagi,” pungkas Raymond. (omy)

loading...