Angkasa Pura 2

Airnav Jaga Ketepatan Waktu Penerbangan di Bandara Ngurah Rai Selama Pertemuan IMF-Bank Dunia

Bandara KokpitJumat, 12 Oktober 2018
IMG-20181003-WA0035

DENPASAR (BeritaTrans.com) – Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Perum LPPNPI) atau AirNav Indonesia berhasil menjaga tingkat ketepatan waktu layanan navigasi (on time performance/OTP) di bandara I Gusti Ngurai Rai, Denpasar, Bali di tengah meningkatnya lalu lintas penerbangan selama penyelengaraan Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia Group.

Keberhasilan ini disebutkan Direktur Utama AirNav Indonesia, Novie Riyanto
karena penerapan Ground Delay Program yang telah diujicoba sebelum perhelatan ekonomi terbesar dunia tersebut dilangsungkan.

“Untuk kondisi normal, OTP layanan navigasi AirNav Denpasar berada di angka 91%. Pada 5-11 Oktober menjadi 88,49% atau ada selisih 2,51%. Ini dikarenakan dalam kurun waktu tersebut banyak terjadi pergerakan VIP. Untuk VIP kita harus menutup ruang udara 30 menit sebelum dan 15 menit sesudahnya. Jadi meskipun terjadi peningkatan pergerakan dan juga ada VIP, dampak delaynya terhadap penerbangan reguler sangat minim,” ujar Novie di Denpasar, Jumat (12/10/2018).

Selama kurun waktu 5 hingga 11 oktober 2018 terdapat 1.837 penerbangan domestik dan 1.557 penerbangan internasional di Bandara I Gusti Ngurah Rai. Total yang dilayani mencapai 3.394 pergerakan, dimana 17 diantaranya merupakan pergerakan pesawat VVIP, yakni para Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan.

Dalam kondisi normal, lanjut Novie, rata-rata pergerakan pesawat di Bandara I Gusti Ngurah Rai setiap harinya sekira 450 pergerakan. Namun selama penyelenggaraan pertemuan tahunan ini terjadi kenaikan signifikan, dimana paling tinggi terjadi pada 5 Oktober 2018, sebanyak 499 pergerakan. Dibanding periode sama pada bulan sebelumnya, terdapat penambahan hingga 213 pergerakan pesawat.

Novie memaparkan, untuk mengatur lalu lintas udara agar tetap lancar, AirNav Indonesia melakukan penerapan sistem Ground Delay Program dimana melalui sistem ini jumlah pesawat yang bisa diakomodir dapat dikalkulasikan sesuai kapasitas ruang udara.

“Untuk lalu lintas penerbangan tetap berjalan lancar karena adanya peningkatan pergerakan pesawat, kami menerapkan System Ground Delay Programme, dengan sistem ini kami melakukan reservasi ruang udara dengan memberikan waktu keberangkatan di bandara keberangkatan,” imbuhnya.

Novie manambahkan, kelancaran dan ketepatan waktu penerbangan pesawat dari dan menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai ini tak lepas dari persiapan matang dan koordinasi intens antara AirNav Indonesia dengan Operator Bandara dalam hal ini PT.Angkasa Pura I dan Otoritas Bandara Wilayah IV Denpasar Bali.

“Indonesia menjadi tuan rumah dalam perhelatan bergengsi seperti IMF-WB dan ini merupakan suatu hal yang istimewa bagi nama baik bangsa, untuk itu kami pun mempersiapkan pelayanan navigasi penerbangan terbaik di bandara I Gusti Ngurah Rai mendukung kesuksesan terselenggaranya acara ini,” tutup Novie. (omy)