Angkasa Pura 2

Butuh Komitmen Bersama Dalam Penanganan Keselamatan Lalin di Jalan Raya

Koridor SDMJumat, 12 Oktober 2018
IMG-20181012-WA0015

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Ditjen Perhubungan Darat (Hubdat) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berharap ada komitmen dari semua pihak terkait, dalam melakukan penanganan keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan secara komprehensif.

“Targetnya untuk menekan tingkat fatalitas terutama jumlah korban meninggal dunia yang diakibatkan oleh kecelakaan lalu lintas di jalan,” kata Dirjen Hubdat Budi Setiyadi dalam Penutupan Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalin dan Angkutan Jalan 2018 di Jakarta, Jumat (12/10/2018).

Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Dirbinkes Hubdat M.Risal Wasal itu, Dirjen Budi menyebutkan, strategi penanganan keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan dilakukan melalui lima pilar yang tertuang dalam Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK) Jalan.

Mereka adalah, manajemen keselamatan jalan, jalan yang berkeselamatan, kendaraan yang berkeselamatan, pengguna jalan yang berkeselamatan, dan penanganan pasca kecelakaan.

Sesuai dengan amanah Undang-Undang No.22 Tahun 2009 tentang lalu Lintas dan Angkutan Jalan, menurut Dirjen Budi,  khususnya pasal 208 ayat (1) menyebutkan bahwa, “Pembina lalu lintas dan angkutan jalan bertanggung jawab membangun dan mewujudkan budaya keamanan dan keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan.”

Bangun Budaya Keselamatan

Sebagai upaya membangun dan mewujudkan budaya keamanan dan keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan, menurut Dirjen Budi, adalah antara lain dengan pemberian penghargaan terhadap tindakan yang menciptakan keamanan dan keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan.

Salah satunya, papar Dirjen Budi, adalah  melalui kegiatan Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Program merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya pemerintah untuk meningkatkan keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan.

“Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan ini sejalan dengan telah terbentuknya Pemuda Pelopor Keselamatan Transportasi Jalan di dunia yang pertama kali dideklarasikan tanggal 23-24 April 2007 di Genewa Swiss,” sebut Dirjen Budi.

Program itu merupakan persatuan pemuda sedunia untuk keselamatan jalan dalam rangka peningkatan kesadaran akan keselamatan dikalangan pemuda.

Dirjen Budi berharap,   kegiatan yang telah kita lakukan bermanfaat bagi peningkatan keselamatan transportasi darat khususnya keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan dan diharapkan pada tahun yang akan datang.

“Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan ini dapat dilaksanakan lebih besar lagi dari tahun ini dengan diikuti oleh seluruh peserta dari seluruh provinsi,” tandas Dirjen Budi.(helmi)

loading...