Angkasa Pura 2

Halilintar Antarkan Qummas Naziq Yustiary Jadi Juara I Pelajar Pelopor Keselamatan Transportasi 2018

Koridor SDMJumat, 12 Oktober 2018
IMG-20181012-WA0019

IMG-20181012-WA0018

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Qummas Naziq Yustiary dari SMAN 1 Demak, Jawa Tengah berhasil menyabet Juara I dalam Lomba Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas Tahun 2018. Pelajar asal Kota Wali, Demak  berhasil menjadi yang terbaik setelah menyisihkan  peserta sebanyak  70 orang dari 27 provinsi di Tanah Air.

Qummas mengusung karya ilmiah berjudul  “Halilintar, Helm Lalu Lintas Pintar. Halilintar dinilai mampu menjadi solusi keselamatan jalan era sekarang khususnya para pengguna sepeda motor.

Idenya tercetus ketika muncul dati keresahan dia akan nasib dan keselamatan pengemudi ojek online yang bekerja di jalan sambil melihat google maps  sehingga justru  rawan menjadi korban kecelakaan.

“Ia mengemudi di jalan mengamati peta jalan melalui google maps di telepon genggam yang ditempelkan di stang sepeda moto,” jelas Qummas dalam  perbincangan dengan BeritaTrans.com di Jakarta, Jumat  (12/10/2018).

Dengan bekal hobby di bidang elektro, serta keprihatinan pada korban laka lantas, akhirnya Qummas menciptakan helm pintar khususnya bagi pengendara sepeda motor termasuk para Ojol.

IMG-20181012-WA0011

“Helm pintar ini dikoneksikan menggunakan bluetooth dengan smartphone untuk memandu menunjukkan jalan tanpa melihat ke layar smartphone. Ada penangkap suara dari mulut kita dan ada speaker di helm sehingga tidak perlu melihat lagi ke smartphone,” ujar Qummas.

Untuk membuat helm pintar itu, bahan material habis sekitar Rp175 ribu per unit. Setelah dirangkai menjadi helm pintar, habisnya sekitar Rp200 ribu.

“Idel awalnya dibuat sekitar 1.5 bulan sebelum lomba di mulai. Tapi,  jika bahan sudah siap, produk helm itu  selesai kurang dari sepekan. Jika diproduksi massal, bisa lebih cepat dan murah lagi harganya,” kilah Qummas.

IMG-20181012-WA0020

Uji Coba 7 Ojol di Semarang

Qummas telah mengadakan uji coba terhadap 7 orang pengemudi ojek online di Kota Semarang, Jawa Tengah selama 7 hari.

“Mereka ada yang bilang bagus dan menyatakan hal ini sangat membantu. Sangat bermanfaat ketika mengantarkan pelanggan,” tambah Qummas.

Qummas berharap helm pintar karyanya  bisa dipatenkan. Jika nanti ada badan usaha yang berminat untuk memproduksi secara massal akan lebih baik.

“Helm pintar ini masih perlu penyempurnaan. Dan sudah ada satu badan usaha yang berminat dan akan mengembangkan secara massal. Tapi kerja sama secara bisnia it masih terus dikembangkan,” terang Qummas.

Selain Qummas, 4 orang pemenang lainnya yaitu pemenang kedua diraih oleh Anindya Rafa Putri dari Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang membawa karya Automatic Traffic Light Timer Using Arduinomega2560 R3 and Ultrasonic Sensor.

Gelar juara ketiga didapatkan oleh Jessica Cornelia Ivanny dari Provinsi Kalimantan Barat dengan karya ilmiah yaitu Oplet, Layanan Angkot Online Berbasis Mobile Application untuk menurunkan angka kecelakaan lalu lintas.

Dan masing- masing juara favorit yaitu Abdul Wahid Wartabone dari Gorontalo dan Devina Meidy dari Banjarmasin Kalimantan Selatan. (helmi)

loading...