Angkasa Pura 2

Kapal KN Yefyus Angkut Peralatan Pertamina dan Bantuan ke Palu

DermagaJumat, 12 Oktober 2018
IMG-20181012-WA0027

IMG-20181012-WA0025

SORONG (BeritaTrans.com) – Kapal Kelas I Kenavigasian KN. Yefyus milik Distrik Navigasi Kelas I Sorong angkut peralatan untuk pemasangan Berthing Facility atau fasilitas sandar milik PT Pertamina (Persero) yang akan dijadikan Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) di Donggala.

Dermaga TBBM mengalami kerusakan akibat bencana gempa bumi dan tsunami yang menerjang wilayah Palu-Donggala pada 28 September 2018 lalu.

“Dirjen Perhubungan Laut meminta kami untuk menindaklanjuti surat dari Direktorat Logistik, Supply Chain dan Infrastruktur Pertamina untuk membantu pengangkutan peralatan pemasangan fasilitas sandar miliknya,” ujar Kadisnav Kelas I Sorong, Marasabessy Haekal Dachlan di Sorong, Jumat (12/10/2018).

Dia mengatakan, jika TBBM di Donggala sudah dapat beroperasi secara normal maka akan memperlancar pasokan bahan bakar minyak ke Donggala dan sekitarnya.

Di samping itu, lanjut Haekal, KN. Yefyus juga mengangkut bantuan kemanusiaan sebanyak dua kontainer yang dimuat dalam palka kapal. Bantuan berasal dari masyarakat Sorong Raya yang dikoordinir dan disalurkan melalui Kantor KSOP Kelas I Sorong.

“Direncanakan kapal KN. Yefyus akan tiba di Donggala Senin (15/10/2018). Untuk itu, kami terus melakukan koordinasi dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Ditjen Perhubungan Laut di lokasi Donggala untuk mengatur penerimaan sekaligus pendistribusiannya ke pos-pos resmi yang disediakan Pemerintah,” ujarnya.

Dirjen Perhubungan Laut, R. Agus H. Purnomo memyampaikan bahwa hingga saat ini seluruh jajarannya di Kantor Pusat maupun di UPT terus menyerahkan bantuan kemanusiaan melalui posko-posko di masing-masing wilayah.

“Tadi pagi kapal kenavigasian KN Kunyit Distrik Navigasi Banjarmasin sandar di pelabuhan Donggala pukul 9.45 WITA dengan membawa bantuan berupa beras, mie instan, air mineral, pakaian bekas, tenda, popok bayi sebanyak kurang lebih 16,620 potong dan relawan sebanyak 11 orang,” kata Agus di Jakarta.

Menurutnya, bantuan terus berdatangan silih berganti dengan mengunakan kapal sebagai sarana transportasi melalui Pelabuhan Pantoloan dan Donggala meskipun pelayanan kepada masyarakat tidak dapat maksimal mengingat kerusakan yang terjadi di Pelabuhan Pantoloan dan Donggala akibat gempa beberapa waktu lalu. (omy)

loading...