Angkasa Pura 2

Nova Adi Hartanto, Kisah Perjalanan Taruna Polbit STTD Bekasi

SDMJumat, 12 Oktober 2018
IMG-20181009-WA0001

IMG-20181009-WA0004

BEKASI (BeritaTrans.com) – Nova Adi Hartanto,  adalah salah satu tanuna pola pembibitan (polbit) di STTD Bekasi tahun 2018. Dari 30 ribu pendaftar, putra asal Desa Giling,  Pabelan Kab Semarang, Jawa Tengah itu berhasil lolos dan kini mulai belajar sebagai  taruna muda STTD Bekasi.

Putra pasangan  Bapak Gunarto (alm) dan Ibu Ning Siti Soimah, rela meninggalkan kuliahnya Unes Semarang,  kini masuk sebagai taruna polbit tahun 2018 di DTTD Bekasi.

Awalnya, Nova tahu  ada formasi penerimaan taruna polbit tahun 2018 di STTD dari tempat Bimbel di Salatiga. Sambil belajar yang rajin,   ia pun mendaftatkan diri sebagai catar polbit di STTD Bekasi.

Pendaftaran dilakukan secara online, langsung dari Salatiga. Proses seleksi mulai seleksi administrasi,  test potensi  akademik (TPA), tes kesamapataan, tes psikologi, wawancara sampai  pantokir berhasil di jalani sebelum resmi diterima di STTD Bekasi.

IMG-20181008-WA0027

Masa Depan Menjanjikan

Begitu diterima sebagai catar polbit di STTD, bangku kuliah di Unes Semarang pun Nova tinggalkan.  “Sekolah kedinasan dan polbit di STTD mempunyai masa depan yang lebih baik. Kita dijamin untuk dapat langsung bekerja,” kata Nova dalam perbincangan dengan BeritaTrans.com.

Selain itu, dukungan  orang tua terutama Ibu  membuat tekad Nova makin mantap kuliah di STTD. “Saya harus sukses di STTD,  dan bisa membahagiakan Ibuku. Sementara,  Bapak sudah meninggal saat menjelang UN tahun 2018 kemarin,” kata Nova beralasan.

Sebagai anal laki-laki apalagi setelah Bapak tiada, menurut Nova, maka tiada pilihan  lain kecuali  harus belajar yang baik, cepat lulus dan segera bekerja. “Dengan begitu, akan berharap bisa membahagiakan orang tua, terutama ibu,” papar  Nova lagi.

Ikuti Madatukar

Tahapan sebagai taruna muda di STTD Bekasi  sudah dijalani. Mulai  masuk asrama, dilanjutkan diklat Masa Dasar  Pembentukan Karakter (Madatukar) di kampus BP3K Ciwidey, Bandung berhasil dijalani.

Nova bersama 2.623 catar polbit dari tiga matra berbeda dididik dan dibentuk sikap dan karakternya sebagai calon taruna transportasi.

Nova mengambil Prodi D-IV Perkeretaapian di STTD Bekasi, Jawa Barat. Senin, tanggal 8 Oktober 2018 sebanyak 912 catar polbit STTD dilantik dan dikukuhkan menjadi taruna muda tongkat I.

Saat itulah mereka dilantik dan disaksikan oleh orang tua, para pejabat dan tamu undangan ari seluruh Indonesìa.

Pelantikan menjadi taruna muda STTD itu menjadi momentum paling berkesan. Itu pertemuan pertama dengan orang tua sekaligus penyematan pin, tanda pangkat (epolep) taruna oleh orang tua masing-masing.

Ning Siri Soimah, Ibunda Nova Adi Hartanto pun merasa terharu bahkan sempat kesulitan mencari dan menemukan anaknya. Diantara 913 taruna muda, semua sama, kepala botak, kulit kehitaman meski lebih kurus namun tegap.

IMG-20181009-WA0003

Lupa Mengenali Putranya ?

Tapi justru kondisi itulah yang membuat banyak orang tua sempat lupa dan tak mengenali anak-anak mereka setelah kembali dari Madatukar.

Berikut penuturan Ibu Ning Siti Soimah, usai bertemu putranya,   Nova Adi Hartanto:

Di STTD perasaanku tak karuan apalagi nyari anak satu-satunya lama tak ketemu. Alhamdulillah setelah ketemu, senang, bangga, haru, sedih jadi satu.

Aku sampai cemas banget. Mencari anak tak ketemu, takut kenapa-kenapa. Hampir aku lapor petugas,  orang lainnya sudah paplda ketemu anaknya, saya cari belum ketemu.

Ternyata anaknya ikut silat. Jadi posisi di belakang dan harus ganti kostum, sehingga pas ketemu hampir tak percaya.

Wajah hitam gosong semua, sehingga aku nangis sejadi-jadinya. Sungguh pengalaman yang tak kulupakan. Puji syukur ya Rob.(helmi)