Angkasa Pura 2

Presiden Jokowi Tunjuk Langsung PT Pelabuhan Indonesia I Bangun & Kelola Pelabuhan Kuala Tanjung

DermagaJumat, 12 Oktober 2018
IMG_20181012_205501

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Pemerintah akhirnya menunjuk PT Pelabuhan Indonesia atau Pelindo I (Persero) sebagai kontraktor sekaligus operator untuk membangun Pelabuhan Kuala Tanjung.

Dengan demikian, pelabuhan yang disiapkan untuk menjadi hub internasional bersama Pelabuhan Bitung dan Pelabuhan Tanjung Priok itu tidak lagi menggunakan skema kerja sama badan usaha (KPBU), melanikan penugasan langsung kepada BUMN.

Penugasan tersebut dituangkan dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 81 tahun 2018 yang ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo. Selain pelabuhan, Pelindo I juga diminta mengembangkan Kawasan Industri Kuala Tanjung yang bersebelahan dengan pelabuhan di Sumatera Utara itu.

Sebagai konsekuensi penugasan ini, maka Pelindo I bertanggung jawab sepenuhnya terhadap keberlangsungan proyek mulai dari pendanaan hingga pengoperasian. Proyek yang diperkirakan membutuhkan dana hingga Rp30 triliun nantinya dibiayai oleh Pelindo I lewat kas internal atau pinjaman.

“Pelabuhan Hub Internasional Kuala Tanjung sebagaimana dimaksud merupakan pelabuhan internasional yang berperan melayani kegiatan bongkar muat peti kemas, barang umum (general cargo), curah cair, dan curah kering yang didukung oleh Kawasan Industri Kuala Tanjung,” bunyi Pasal 1 ayat (4) Perpres ini, dilansir laman Sekretariat Kabinet, Jumat (10/12/2018).

Untuk Kawasan Industri, Jokowi meminta agar Pelindo I menggandeng PT Indonesia Asahan Aluminum atau Inalum (Persero). Kedua perusahaan ini diminta untuk membentuk perusahaan patungan untuk menjadi operator kawasan industri.

Sebagai salah satu proyek yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN), Jokowi juga memerintahkan Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution untuk mengoordinasikan dan melaporkan perkembangan proyek paling sedikit satu kali dalam enam bulan.

Pelabuhan Kuala Tanjung digadang-gadang menjadi salah satu pelabuhan raksasa untuk menyaingi pelabuhan di Singapura dan Malaysia. Peningkatan volume arus petikemas di pelabuhan ini diperkirakan mencapai 12,4 juta TEUs pada 2039.

Selat Malaka yang merupakan wilayah strategis arus barang selama ini menjadi medan persaingan antara empat pelabuhan yaitu Port of Singapore, Port of Tanjung Pelepas, Port Klang dan Pelabuhan Penang.

Selain ada kawasan industri, Pelabuhan Kuala Tanjung lebih diuntungkan karena didukung oleh Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangke dan Pelabuhan Belawan yang ada di sekitarnya.

Proyek tersebut saat ini masih dalam tahpa penyiapan dan ditargetkan mulai dibangun pada 2019 dan dioperasikan 2021. Pelabuhan ini harus segera dibangun karena proses menjadi hub internasional memakan waktu paling sedikit 15 tahun.

(moy/sumber: inews.id).