Angkasa Pura 2

Pak Ogah dan Fenomena Kabel Lampu Pengatur Lalu Lintas yang Dipotong

Aksi Polisi KoridorSelasa, 16 Oktober 2018
IMG_20181016_150018

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Informasi mengenai gangguan lampu pengatur lalu lintas di Simpang Tuga Sudiang, Makassar, Sulawesi Selatan sudah sering didengar. Akibatnya kemacetan dan lalu lintas yang semprawut juga tak bisa dihubdarkan.

“Hari Rabu tanggal 10 Oktober 2018, saya turun cek dan membawa teknisi ternyata benar kabel diputus. Lampu pengatur arus lalin dari arah Bandara tidak berfungsi,” kata Benny Nurdin Yusuf Kepala BPTD Sulselbar, di Makassar, kemarin.

Alhasil, lanjut dia, dilakukan perbaikan dan berfungsi. Keesokan harinya, saya melakukan pengecekan lagi tepat tanggal 11 Oktober 2018 pukul 20.00 Wita, ternyata dari arah bandara arus lalu lintas mulai semraut.

“Pemicunya adalah lampu pengatur lalin mati. Betul dugaan saya dan setelah saya cek kabel aliran listrik dipotong,” jelas Benny.

Sulit membuktikan pelaku karena masyarakat yang ada di sekitar simpang jawabnya tidak tahu. Entahlah tidak mau tahu atau sengaja tidak mau ambil pusing atau takut, karena pelaku atau oknum pak ogah biasanyan anak anak yang putus sekolah bertato alias berandal.

Dan entahlah, papar Benny, yang jelas informasi yang saya terima dari dua anak yang saya curigai bagian dari oknum mengatakan, “yang melakukan anak punk. Tapi, mungkin pameo ini berlaku “maling teriak maling” ..hehehheh.”

Lapor Petugas Berwajib

Melapor ke petugas berwajib adalah cara yang jitu. Tapi saat ini banyak yang tidak mau peduli karena membuang waktu dan tenaga untuk sebuah laporan di kantor polisi.

Namun ini harus dilakukan guna memotong mata rantai krimimal di simpang jalan. “Cukup anak buah komandan yang melapor” ujar pak Kapolsek. Tapi, biarlah yang penting kasus ini ada tindak lanjut, dan alhamdulillah pasukan langsung turun.”

“Pak, anggota saya langsung terjun ke TKP,” ujar Kapolsek” “Makasih pak,” jawabku, semoga pelaku dapat diciduk.

Dengan penuh harapan, Benny bertutur, Semoga tulisan ini memberi pencerahan pada kita semua. “Tindakan sekecil apapun yang dapat merugikan pengguna jalan lain adalah pelanggaran dan berujung pada potensi kerugian yang besar di jalan, bisa materi, waktu dan nyawa,” tegas Benny.(helmi)