Angkasa Pura 2

Pertumbuhan Industri Produk & Komponen Pesawat di Indonesia Belum Berimbang

Bandara KokpitRabu, 17 Oktober 2018
IMG-20181017-WA0019

JAKARTA (beritatrans.com) – Pertumbuhan industri produk dan komponen pesawat terbang di Indonesia masih belum berimbang dengan jumlah pesawat terbang yang beroperasi.

Demikian disampaikain Plt. Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan M. Pramintohadi Sukarno dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Kasubdit. Produk Aeronautika, Dit. Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara, Kus Handono pada Seminar Nasional bertemakan “Bersinergi Membangun Industri Produk dan Komponen Pesawat Udara” di Hotel Mercure Jakarta, Selasa (16/10/2018).

Seminar ini dihadiri perwakilan Kementerian Perindustrian, Kementerian Riset dan Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Kementerian Perdagangan, Mabes TNI Angkatan Udara dan Industri sektor penerbangan serta asosiasi asosiasi penerbangan di Indonesia.

Pramintohadi menyampaikan bahwa penyelenggaraan seminar ini dilatarbelakangi adanya peningkatan jumlah operasional penerbangan baik dari segi penumpang dan barang, maupun jumlah armada pesawat dan bandara di Indonesia. Namun peningkatan tersebut kurang diimbangi dengan pertumbuhan industri produk dan komponen pesawat udara di Indonesia.

“Transportasi Udara terus berkembang dari waktu ke waktu, baik dari segi penumpang, kargo, jumlah pesawat dan jumlah bandara, namun peningkatan tersebut belum diikuti dengan perkembangan dari industri produk dan komponen pesawat di Indonesia,” ujar Pramintohadi.

IMG_20181017_094211

Senada dengan Dirjen Perhubungan Udara, Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara, Capt. Avirianto mengatakan bahwa saat ini dukungan industri pesawat udara di Indonesia masih belum optimal untuk mendukung operasi penerbangan.

“Saat ini, Indonesia punya PT. Dirgantara Indonesia sebagai industri pesawat terbang, tapi kita belum punya industri mesin pesawat guna mendukung ketersediaan mesin maupun komponen-komponen pesawat udara,” jelas Capt. Avi.

Lebih lanjut Avirianto mengatakan bahwa saat ini armada pesawat udara yang beroperasi di Indonesia hingga komponennya sebagaian besar didatangkan dari negara lain yang memiliki industri manufaktur pesawat udara yang lebih memadai. Untuk itu Capt. Avi mengajak pihak terkait untuk ikut mengembangkan industri produk dan komponen pesawat udara.

“Saat ini untuk melayani rute-rute reguler, extra maupun charter flight, maskapai nasional kita banyak yang mengimpor pesawat dari luar, hal yang memang disayangkan, namun tidak bisa dielakkan dengan kurang tersedianya industri manufaktur di Indonesia. Saya mengajak seluruh stakeholder penerbangan untuk berkontribusi dalam menumbuhkembangkan industri manufaktur baik pembuatan pesawat hingga pembuatan pembuatan komponen pesawat udara sehingga dapat mengimbangi pertumbuhan penerbangan dan meminimalisir impor dari luar,” papar Capt. Avi. (aliy)