Angkasa Pura 2

Terkait Konvensi IMO Terbaru, Kemenhub Sosialisasikan pada Agen Kapal Asing

DermagaRabu, 17 Oktober 2018
IMG-20181017-WA0046

IMG-20181017-WA0047

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Terkait konvensi International Maritime Organization (IMO), Kementerian Perhubungan Cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut Sosialisasi Kepada Agen Kapal Asing.

Aturan Konvensi IMO terbaru dan Workshop Competitiveness Perusahaan Angkutan Laut Nasional untuk Angkutan Laut Luar Negeri dan Domestic Regulation di Sektor Pelayaran (Negative List)” di Jakarta, Kamis (17/10/2018).

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut yang diwakili Kasubdit Angkutan Laut Luar Negeri, Een Nuraini menyebutkan bahwa Indonesia negara kepulauan terbesar di dunia dan merupakan salah satu anggota International Maritime Organization (IMO) yang penting, tidak hanya bagi kawasan ASEAN, dan Asia Pasifik tetapi juga bagi dunia internasional.

“Indonesia dinilai komit kuat terhadap masalah maritim karena selalu melakukan upaya-upaya yang dipandang telah menapak untuk lebih maju di bidang pembangunan perhubungan, khususnya perhubungan laut.

“Terkait dengan keselamatan pelayaran, seluruh pengusaha pelayaran di Indonesia diimbau menerapkan peraturan yang dikeluarkan IMO. Hal ini untuk mendorong peningkatan keselamatan Pelayaran Nasional,” tutur Een.

Salah satu hal yang dilakukan dalam meningkatkan keselamatan pelayaran nasional adalah ikut meratifikasi aturan – aturan yang dikeluarkan IMO.

Gencarnya Ditjen Perhubungan Laut dalam mengadakan kampanye keselamatan pelayaran belakangan ini menegaskan bahwa pemerintah secara serius ingin menciptakan suasana Pelayaran aman, selamat, tertib dan nyaman.

“Untuknya, regulasi IMO yang diterapkan diharapkan dapat meniminalisasi terjadinya kecelakan kapal laut di Indonesia, dan dapat memberikan citra positif terhadap kondisi keselamatan pelayaran nasional dan harus ditingkatkan agar pengusaha pelayaran nasional memiliki reputasi internasional serta dapat bersaing dengan pengusaha pelayaran internasional,” urai Een.

Seperti yang kita ketahui bahwa azas cabotage adalah kegiatan angkutan laut dalam negeri yang dilakukan perusahaan angkutan laut nasional dengan menggunakan kapal berbendera Indonesia serta diawaki awak kapal berkewarganegaraan Indonesia.

Hadir sebagai narasumber mantan atase Perhubungan RI di KBRI London, Simson Sinaga dan Kepala seksi Pendaftaran dan Kebangsaaan kapal, Helmi yang dihadiri oleh perwakilan ALFI, INSA dan beberapa Perusahaan Pelayaran. (omy)

loading...