Angkasa Pura 2

Mengubah Gaya Hidup Dari Menggunakan Mobil Pribadi ke Angkutan Umum

KoridorJumat, 19 Oktober 2018
IMG-20180926-WA0042

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Mengubah kebiasaan naik kendaraan pribadi ke angkutan umum memang tak mudah.   Namun menggunakan mobil pribadi membuat jalanan makin macet.

“Tapi seiring semakin membaiknya infrastruktur transportasi publik, kita semua yakin pelan-pelan penggunaan kendaraan pribadi berkurang,” kata Kepala BPTJ Bambang Prihartono di Jakarta.

Pemerintah bersama Pemprov DKI Jakarta dan pihak ketiga terus menggenjot pembangunan infrastruktur transportasi massal khususnya di Jakarta dan sekitarnya.

“Pembangunan proyek MRT dan LRT akan segera rampung. BRT dan integrasi antarmoda transportasi juga akan terus ditingkatkan,” jelas Bambang Pri saat dikonfirmasi BeritaTrans.com.

Ke depan, Stasiun Ka Sudirman akan dijadikan pusat integrasi antarmoda transportasi di Jakarta  baik BRT/ Transjakarta, MRT dan LRT serta  KA Commuter lInes yang sudah eksis selama ini.

“Dari Stasiun  KA Sudirman nanti orang bisa berpindah moda dengan mudah dan langkap ke berbagai tujuan, bahkan sampai Pelabuhan Tanjung Priok dan Bandara Soetta,” papar Bambang Pri.

Ke depan, naik angkutan umum akan jadi gaya hidup masyarakat Jabodetabek. “Pemerintah terus mengoptimalkan pembangunan angkutan umum massal yang makin baik,” kilah Bambang Pri.

Gaya Hidup MBW

Di banyak kota di dunia, menurut Bambang Pri, masyarakat sudah menjalankan gaya hidup BMW atau bus, MRT, walk.

“BMW diharapkan juga akan menjadi gaya hidup masyarakat Jakarta dan sekitarnya,” terang Bambang Pri.

Untuk mewujudkan BMW sebagai gaya hidup di Jakarta, butuh layanan transportasi yang juara dengan harga terjangkau kantong masyarakat.

“Layanan angkutan umum akan menjangkau sampai ke pemukiman ke tengah, kawasan bisnis dan lainnya seperti JR Connexion dan JA Connexion,” papar Bambang Pri.

“Sekarang layanan bus terus membaik. Sedangkan MRT akan beroperasi tahun depan,” tandas Bambang Pri.(helmi)