Angkasa Pura 2

Risiko Berkendara Bisa Diantisipasi, Menhub: Kurangi Kecepatan dan Gunakan Helm

Koridor SDMMinggu, 21 Oktober 2018
IMG-20181021-WA0070

IMG-20181021-WA0061

BANDUNG (BeritaTrans.com) – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan bahwa kecelakaan lalu lintas di jalan raya merupakan penyebab kematian nomor dua setelah penyakit stroke. Untuk itu

Menhub Budi Karya pun mengajak agar masyarakat agar sadar bahwa risiko berkendara itu bisa diantisipasi dengan cara yang sederhana, yaitu dengan mengurangi kecepatan berkendara, menggunakan helm dan mematuhi aturan berlalu lintas.

Demikian disampaikan Menhub Budi saat menghadiri rangkaian kegiatan Pekan Nasional Keselamatan Jalan Tahun 2018 di Gedong Budaya Sabilulungan Soreang, Kabupaten Bandung, Minggu (21/10/2018).

“Keselamatan memang masih menjadi problem kita. Dalam hal penyebab kematian, kecelakaan lalu lintas menduduki nomor dua sebagai penyebab kematian setelah stroke. Jadi kami memang secara intensif keliling Indonesia untuk mensosialisasikan keselamatan jalan. Salah satunya kita lakukan di Soreang Kabupaten Bandung ini,” jelas Menhub.

Lebih lanjut Menhub mengatakan bahwa dengan mengurangi kecepatan sebesar 5 persen maka akan mengurangi resiko kecelakaan sebesar 30 persen. “Dan tercatat 70 persen korban kecelakaan sebagian besar dari kawula muda usia produktif dan potensial,” papar Menhub.

Ikon Keselamatan

“Makanya disini kita undang siswa SD, SMP, SMA karena apa, karena mereka adalah ikon-ikon (keselamatan) kita, untuk masa depan kita,” terang Menhub.

Oleh karenanya, Menhub berharap kesadaran akan pentingnya keselamatan berkendara dan berlalu lintas dapat terus dijaga dengan baik sehingga angka kecelakaan di jalan setiap tahunnya dapat terus berkurang.

“Saya mengharapkan jumlah kecelakaan setiap tahun turun. Jadi memang awereness-nya harus kita jaga dengan baik,” tutup Menhub.

Kegiatan Pekan Nasional Keselamatan Jalan 2018 dengan tema “Sayangi Nyawa, Kurangi Kecepatan” di Soreang, dimulai dengan melepas peserta Sepeda Nusantara yang diikuti sekitar 4.000 pesepeda yang berasal dari Bandung dan sekitarnya.(helmi)

loading...