Angkasa Pura 2

Kemenhub akan Bangun Stasiun Sentral di Manggarai untuk Integrasikan Kereta Komuter, KA Jarak Jauh & KA Bandara

EmplasemenSenin, 22 Oktober 2018
MU12tLySjm1425453271_400x250

JAKARTA (aksi.id) – Kementerian Perhubungan meningkatkan fasilitas dan kapasitas kereta rel listrik Jabodetabek-Banten.

Peningkatan kapasitas dan fasilitas dilakukan melalui dua proyek, yakni Paket A dan Paket B 2 (1).

Paket A terdiri dari pembangunan rel kereta ganda (double double track/DDT) di ruas Manggarai-Jatinegara, dengan tujuan:

1. Pemisahan Jalur komuter Bogor Line dan Bekasi Line dengan membangun perpotongan tidak sebidang jalur KA di Manggarai.
2. Melayani KA Bandara di Stasiun Manggarai.
3. Melayani KA Intercity di Stasun Manggarai.
4. Menambah Pelayanan KRL Lintas Bekasi dengan membangun Stasiun Matraman.
5. Memisahkan jalur layanan KA Jarak Jauh dan KA Commuter.
6. Memindahkan fungsi stasiun utama antar kota dari Stasiun Jakarta Kota dan Gambir ke Stasiun Utama Manggarai yang baru dan didukung Stasiun Jatinegara
7. Peningkatan Keselamatan

“Paket A kita fokuskan di antara Stasiun Manggarai dan Jatinegara. Di Paket A ini juga mencakup pelayanan KA Bandara mulai Stasiun Manggari, tapi ini belum di akhir 2018. Tujuan ultimate-nya melayani kereta antardaerah dan memisahkan jalur kereta dalam kota dan kereta jarak jauh,” kata Dirken Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Zulfikri, hari ini Senin (22/10/2018).

Dia menuturkan di Stasiun Manggarai akan dibangun stasiun sentral yang besar guna mengintegrasikan kereta komuter, kereta jarak jauh dan kereta bandara.

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Wilayah Jakarta Banten, Yusrizal, mengatakan untuk Paket A, biaya fase 1 mulai dari 2015 hingga September 2019 nilai kontrak mencapai Rp 2,307 triliun.

Baca: Negara Kurang Uang Bangun Infrastruktur, Ini Cara Jokowi

Kemudian proyek lainnya adalah Paket B yang terdiri dari pembangunan DDT di ruas Jatinegara-Cikarang, dengan tujuan:

1. Memisahkan jalur ganda kereta jarak jauh dan Kereta Api Commuter
2. Menghindari susulan perjalanan Kereta Api Jarak Jauh dan KRL
3. Peningkatan Pelayanan Melalui Penambahan Kapasitas Jalur, Sehingga Frekuensi Kereta Api Jarak jauh dan KA Commuter bertambah, terutama dalam rangka Peningkatan Jumlah penumpang untuk target 1,2 juta Penumpang Per hari pada tahun 2019
4. Meningkatkan Kapasitas Lintas Kereta Api Jabotabek
5. Memperlancar Angkutan Kereta Api melalui pemisahan jalur operasi Jalur Utama Jawa (Main Line) dan Jalur Commuter (KRL)
6. Peningkatan Keselamatan.