Angkasa Pura 2

Ancaman dan Kerawanan di Pelabuhan Tanjung Priok Jauh Berkurang

DermagaSelasa, 23 Oktober 2018
IMG-20181023-WA0014

BOGOR (beritatrans.com) – Potensi ancaman dan kerawanan kegiatan di Pelabuhan Utama Tanjung Priok sudah sangat jauh berkurang. Hingga Oktober 2018 ini baru satu kasus pencurian di kapal asing yang terjadi.

Demikian disampaikan Kepala Syahbandar Utama Pelabuhan Tanjung Priok Capt. Sudiono di sela-sela kegiatan Focuss Group Discussion (FGD) tentang Peningkatan Peran Seluruh unsur di Dalam Komite Keamanan di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta di Bogor, Jawa Barat, Selasa (23/10/2018).

IMG-20181023-WA0008

“Berdasarkan laporan yang kami terima, hanya ada satu kejadian pencurian di kapal asing selama tahun 2018 ini,” kata Capt. Sudiono.

Capt. Sudiono mengatakan, pada Agustus 2018 lalu telah terbentuk port security committe (PSC). Organisasi ini merupakan forum komunikasi yang terdiri dari Syahbandar, Ditpolair, Otoritas Pelabuhan, Bea Cukai, Karantina, INSA, dan pihak terkait lainnya.

“Harapannya dengan adanya PSC ini, akan lebih terjamin keamanan pelayanan di Pelabuhan Tanjung Priok ,” ungkapnya.

IMG-20181023-WA0011

Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama Pelabuhan Tanjung Priok Nomor KL.002/1/3/SYB.TPK-2018, di dalam organisasi komite keamanan pelabuhan tersebut seluruh unsur terkait di Pelabuhan Tanjung Priok memiliki tugas atau perannya masing-masing yang sebagian besar adalah memberikan informasi kepada komite keamanan pelabuhan atai PSC.

Sudiono juga berharap, dengan FGD hari ini dapat semakin membuka komunikasi diantara semua pihak terkait, yang akhirnya ada saling pengertian dan kesepahaman bagi seluruh unsur di PSC dalam upaya menciptakan zero list atau bebas dari pencurian, dan accident yang lain.

IMG-20181023-WA0002

Ketua Panitia Pelaksana FGD Dian Lesmana dalam sambutannya mengatakan, tujuan FGD ini untuk mengurangi ancaman maupun kerawanan keamanan di wilayah Pelabuhan Tanjung Priok dan keselaran antara tigas fungsi pokok masing-masing unsur dengan tugas/perannya di dalam organisasi komite keamanan pelabuhan.

“Jumlah peserta 90 orang yang berasal dari seluruh unsur terkait di Pelabuhan Tanjung Priok,” kata Dian.

Materi yang disampaikan diantara membahas hal-hal yang berkaitan dengan komite keamanan pelabuhan/Port Security Committee (PSC) dan tentang International Maritime Berau (IMB).

IMG-20181023-WA0016

Nara sumber, antara lain Capt. Hasri Ramadhan Harahap, Kasubdit KPLP Ditjen Hubla, Joko Anompen dari kantor Syahbandar Priok, dan IPDA Eko Wahyu Buntoro dari Pusinafis Bareskrim Mabes Polri.

Hadir pada FGD kali ini, para praktisi pelayaran, Pelindo, dan instansi terkait lainnya di Priok. (aliy)

Foto: Humas Ditjen Hubla/Indi Astono