Angkasa Pura 2

FGD Peran Balitbanghub untuk Perkembangan Transportasi Nasional Digelar

LitbangSelasa, 23 Oktober 2018
IMG_20181023_094007

IMG_20181023_094139

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Hari ini (23/10/20180) Focus Group Discussion (FGD) peran Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan (Balitbanghub) Kementerian Perhubungan digelar dengan tema Peran Balitbanghub untuk Perkembangan Transportasi Nasional digelar di Jakarta.

Gelaran FGD ini Berdasarkan pada UU No. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, maka setiap K/L diharuskan menyusun sistem perencanaan berjenjang yang dimulai dari perencanaan jangka panjang, jangka menengah dan jangka pendek dimana pada setiap rencana mengacu kepada dokumen perencanaan yang ada.

“Dengan begitu, perencanaan yang ada saling terkait antara perencanaan pada level nasional sampai dengan perencanaan teknis dimasing-masing KJL. Rencana Strategis (Renstra) Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan tahun 2020— 2024 merupakan dokumen perencanaan untuk Unit Kerja Eselon I Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan untuk periode lima tahun,” jelas Kepala Balitbanhub Sugihardjo di Jakarta.

Dalam penyusunan Renstra, sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2006 bahwa di setiap K/L di akhir masa periode berjalan, wajib menyusun rancangan teknokratik dari Renstra nya masing-masing sebagai masukan bagi RPJMN periode berikutnya. Renstra Balitbanghub tahun 2020-2024 memuat tujuan, sasaran, strategi, kebijakan, program, dan kegiatan pembangunan sesuai dengan tugas dan fungsi Badan yang disusun dengan berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 serta Renstra Kementerian Perhubungan 2020-2024.

Mengingat pentingnya perencanaan jangka panjang di sektor transportasi dan perkembangan isu strategis yang cepat berubah, maka perlu menetapkan rencana strategis Balitbanghub yang mampu mengakomodir kebutuhan tersebut.

“Hal itu mengingat Balitbanghub adalah unsur pelaksana di bidang penelitian dan pengembangan perhubungan yang mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan di bidang transportasi,” ungkapnya.

Kinerja lembaga litbang Kemenhub saat ini, baik dari sisi kontribusi terhadap pemajuan iptek di bidang transportasi maupun kontribusinya terhadap pemenuhan realita kebutuhan atau penyediaan solusi bagi persoalan transportasi masih belum optimal.

Oleh karena itu, diperlukan optimasi peran Balitbanghub melalui sinergitas dengan semua pemangku kepentingan dan mendapat dukungan pembiayaan; infrastruktur penunjang yang baik,; SD 1.4 iptek dalam jumlah yang memadai, kapasitas iptek dengan motivasi yang tinggi; serta dukungan sistem manajemen teknologi yang profesional.

“Kegiatan ini diperlukan guna memberikan gambaran yang jelas mengenai Peran Badan penelitian dan pengembangan di Kemenhub dan Balitbanghub mampu berkoordinasi dan menjawab permasalahan-permasalahan strategis di bidang transportasi,” pungkas Sugihardjo. (omy)