Angkasa Pura 2

Orasi di Kemenhub, Menkeu: Harus Bisa Cari Terobosan Pendanaan Untuk Percepatan Pembangunan Infrastruktur Transportasi

Bandara Emplasemen Koridor SDMSelasa, 23 Oktober 2018
IMG-20181022-WA0010

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati yang memberikan Keynote Speech mengharapkan, seluruh peserta Reform Leadership Training (RLT) yang telah mengikuti diklat, dapat berpikir inovatif dan kreatif untuk mengoptimalkan APBN yang terbatas.

Para pemimpin muda Kemenhub peserta RLT 2018 ini hendaknya bisa mencari terobosan baru untuk mengatasi kekurangan dana dalam rangka percepatan pembangunan infrastruktur transportasi di Tanah Air.

“Salah satunya dengan memanfaatkan skema pendanaan kreatif (creative financing) untuk membangun infrastruktur transportasi dalam rangka percepatan pembangunan, misalnya melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU),” kata Menkeu Sri Mulyani di Kemenhub, Jakarta kemarin.

“Dulu Kemenhub tergantung dengan APBN. Saya selalu bilang anggaran tidak cukup. Untuk itu perlu mempertimbangkan KPBU untuk mengatasi kendala pendanaan ini,” jelas Menkeu.

Menurunya, kemampuan pendanaan untuk membangun infrastruktur di APBN/ APBD dan juga di BUMN hanya sekitar 40% dari total kebutuhan dananya. Oleh katena itu, papar Menkeu, para pemimpin muda Kemenhub ini harus kreatif dan bisa mencari terobosan mencari solusi dari kekurangan pendanaan di APBN/ APBD. Sementara, pembangunan infrastruktur transportasi harus segera dilakukan.

Dikatakan Menkeu, negara lain juga melakukan ini. Ini cara kita mengatur kekurangan anggaran. “Kami yakin, Pak Budi Karya selaku Menhub ingin Kemenhub bisa menjadi the top ministry yang melakukan pemanfaatan KPBU,” ujar Menkeu Sri Mulyani.

Sebagai Informasi Reform Leadership Training (RLT) Kementerian Perhubungan tahun 2018 yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Kemenhub, berlangsung sejak tanggal 10 September sampai hari ini berlokasi di Jakarta dan Surabaya yang dibagi dalam 7 angkatan.

Kegiatan RLT berisikan ceramah umum dan training dari para akademisi dan praktisi profesional dari pemerintah maupun swasta, dengan total durasi 53 jam,” sebut Kepala BPSDMP Umiyatun Hayati Triastuti dalam laporannya.

Materi yang diberikan, papar dia, antara lain bidang hukum dan reformasi biokrasi perhubungan, logistik, multimoda dan keselamatan perhubungan, Sumber daya manusia dan transportasi berkelanjutan.

Selain itu juga kepemimpinan entrepreneurship, kepemimpinan transformasional, inovasi sektor publik, manajemen inovasi dan leadership, organization service of excellence dan change management.(helmi)