Angkasa Pura 2

Bambang Pri: Kebijakan Ganjil-Genap Diterapkan Karena Kondisi Lalin di Jakarta Sudah Gawat Darurat

KoridorKamis, 25 Oktober 2018
IMG-20181025-WA0003

IMG-20181025-WA0004

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Kepala BPTJ Bambang Prihartono mengatakan, ada perubahan gaya hidup masyarakat Jabodetabek untuk menggunakan angkutan umum sejak pembatasan ganjil-genap di Jakarta.

“Masyarakat mulai beralih menggunakan angkutan umum. Load factor bus Transjakarta naik 40% dan KRL naik 30%, terutama saat pelaksanaan Asian Games 2018 di Jakarta lalu,” kata Bambang Pri dalam FGD di Balitbanghub dengan tema Evaluasi Penerapan Ganjil-Genap di Jabodetabek di Jakarta, Kamis (25/10/2018).

Menyikapi kondisi tersebut, BPTJ bersama pihak terkait baik Polri, Pemprov DKI Jakarta, Jasa Marga dan lainnya menerapkan kebijakan ganjil-genap  dan juga pembatasan operasi di Jakarta karena kondisi lalu lintas di Jakarta sudah gawat darurat.

VC Ratio beberapa ruas jalan termasuk di jalan tol mendekati angka 1. “Artinya macet parah dan harus segera mengambil drastis tindakan untuk mengatasinya,” jelas Bambang Pri.

Selain itu, untuk mendukung pelaksanaan Asian Games dan Asian Para Games maka lalu lintas dari dan menuju veneu pertandingan harus lancar. “Pihak panitia Inasgog yang paling mengkhawatirkan  adalah soal transportasi,” jelas Bambang Pri.

Dari berbagai kajian bersama para pihak, lanjut dia,  diterapkan kebijakan pembatasan jam operasi truk dan ganjil-genap di Jakarta bahkan dipeluas di beberapa ruas jalan arteri di Ibukota Jakarta.

Dari sisi lalu lintas, menurut Bambang Pri sangat bagus. Ada peningkatan kecepatan laju kendaraan di ruas  tol. “Selain itu, share angkutan umum naik menjadi kisaran 40% dari sebelumnya hanya 20%,” sebut Bambang Pri.

Keluhan Pengusaha Ritel

Kendari begitu, pejabat eselon I Kemenhub  itu tak menampik adanya dampak negatif yang ditimbulkan. Termasuk keluhan pihak pengusaha ritel khususnya di jalur ganjil genap.

“Mereka mengeluh omset turun sejak kebijakan ganjil genap. Tapi apa benar semua karena ganjil-genap,” tanya Bambang Pri.

Menurut dia, saat ini BPTJ bersama operator sudah mengoperasikan  angkutan umum dari pemukiman ke kawasan bisnis,  perkantoran, bahkan ke Bandara Soetta.

“Load factpr JA Connexion, JR Connexion dan lainnya cukup tinggi.  Artinya orang mau belanja ke pusat bisnis pun tetap difasilitasi dengan baik,” kilah Bambang Pri.

Alasan lain, papar dia, gaya hidup masyarakat mulai berubah. Saat ini orang makin banyak belanja secara  online. “Untuk belanja tak harus keluar rumah. Dengan aplikasi online semua bisa didapatkan,” sebut Bambang Pri.

Oleh karena itu, tambah  dia, evaluasi kebijakan ganjil genap harus dilakukan secara komprehensif dan melibatkan semua pihak. “Solusi yang diambil pun lebih lengkap dan mewakili semua pihak,” tandas Bambang Pri.(helmi)