Angkasa Pura 2

Citilink Masih Single Fighter di BIJB, Jojo: Perlu Strategi Pemasaran Yang Lebih Agresif

Bandara LitbangJumat, 26 Oktober 2018
IMG-20181026-WA0019

IMG-20181026-WA0018

BANDUNG (BeritaTrans.com) – Setelah empat bulan beroperasi di Bandara International Jawa Barat (BIJB) Kertajati,  maskapai Citilink Indonesia masih harus berjuang.  Perlu didorong maskapai lain ikut masuk dan bersama-sama mengoptimalkan BIJB.

Maskapai Citilink  sudah melayani Kertajati-Surabaya setiap hari. Lion Air kemarin melayani penerbangan charter untuk Umrah ke  Tanah Suci. Sedang maskapai lain masih wait and see.

“Citilink masih menjadi single fighter. Loadfactor saat beroperasi pada arus mudik Lebaran 2018 rata-rata 82%. Tapi saat ini dilaporkan turun menjadi 39%,”  kata Kepala Balitbanghub Sugihardjo pada FGD tentang Optimalisasi Pengoperasian  Bandara  BIJB Kertajati di Bandung, Jumat (26/10/2018).

Citilink terbang dengan tarif besaing untuk rute Kertajati-Surabaya. Harga tiketnya rata-rata Rp500 ribu per orang. Sementara, harga avtur serta kurs dolar AS makin kuat sehingga memberatkan industri penerbangan nasional.

Untuk mengoptimalkan penerbangan ke BIJB Kertajati, lanjut Jojo, sapaan akrab Kabalitbang,  perlu kerja sama dan sinergi semua pihak terkait.

“Perlu ada strategi pemasaran yang lebih agresif terkait BIJB. Selain itu perlu difikirkan peluang pemberian insentif atau subsidi untuk meningkatkan  pelayanan  di BIJB Kertajati,” jelas Jojo.

Tingkatkan Akses ke BIJB

Selain itu, yang perlu ditingkatkan adakah akses jalan dan angkutan pemadu moda dari dan menuju Bamdara BIJB Kertajati.  “Orang mau terbang ke Kertajati pasti melihat bagaimana akses lanjutan dari Bandara Jawa Barat itu,” papar Jojo.

Angkutan pemadu moda dari Bandara BIJB atau sebaliknya, menurut  Jojo, perlu ditingkatkan. Warga masyarakat yang terbang ke Bandara Kertajati bisa dilayani dengan baik dan selamat.

Sementara, Anung Bayumurti dari Ditjen Perhubungan Udara, Kemenhub mengatakan, pihaknya siap membantu dan memberikan kemudahan perizinan rute  serta pemberian slot ke Bandara Kertajati.

Pemerintah khususnya Dirjen Hubud siap membantu dan memfasilitasi  pengembangan bisnis aviasi di Bandara BIJB.  “Tapi, pihak  operator juga harus cermat berhitung. Paling tidak, jangan hanya membuka rute dari BIJB,” papar Anung.

“Semua pihak ikut memasarkan BIJB. Bagaimana memasarkan produknya sehingga  penerbangan dari dan menuju BIJB makin besar dan pengembangan ekonomi Jawa Barat makin baik pula,” tandas Anung.(helmi)