Angkasa Pura 2

Harus Ramah Investor, Balitbanghub: BIJB Bisa Dimanfaatkan Untuk Membangun Industri MRO dan Kawasan Bisnis Lain

Bandara Ekonomi & Bisnis LitbangJumat, 26 Oktober 2018
IMG-20181026-WA0017

IMG-20181026-WA0016

BANDUNG (BeritaTrans.com) – Kapuslitbang Perhubungan Udara, Balitbang Perhubungan Muhammad Alwi mengusulkan agar Bandara International Jawa Barat (BIJB) Kertajati, harus maju dab berkembang dan memanfaatkan  fasilitas secara optimal baik airside atau landside.

“BIJB dibangun dengan dana besar, lebih dari Rp2.6 triliun. Dana itu berasal ari APBN dan APBD Jabar. Sayang jika tak dimanfaatkan secara optimal untuk rakyat dan bangsa” kata Alwi di sela-sela FGD Balitbanghub di Bandung, Jumat (26/10/2018).

Saat  ini, lebih dari 500 hektare (ha) lahan  di BIJB  yang bisa dimanfaatkan untuk industri MRO (maintenance, repair  and overhoul), atau kawasan bisnis lainnnya.

Potensi  bisnis MRO atau mall dan kawasan bisnis lainnya cukup menjanjikan. “Sudah ada investor yang sudah berminat  masuk ke BIJB dan akan membangun MRO. Tapi entah mengapa, diabjustri pindah ke Batam,” papar  Alwi.

Ramah Investor

Oleh karena itu, menurut dia, baik manajemen BIJB, pemda dan lainnya harus ramah investor dan tanggap serta bersedia membantu menyelesaikan masalah inevstor.

“Investor  akan datang membawa modal dan mereka akan menanamkan dananya di BIJB. Mereka harus disambut difasilitasi dengan baik dan simpatik,” papar Alwi.

Dia menanbahkan, pola Kerkasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) sangat menjanjikan  dan bisa diterapkan di BIJB. “Bandara tersebut dan ekonomi masyarakat Jabar harus dibangun dengan  baik. Dan BIJB bisa menjadi prasyarat vital untuk membangun Jabar secara keseluruhan,” aku putra Madura itu.

Untuk mengatasi kekurangan dana di APBN/ APBD harus dicarikan dari pihak ketiga atau investor.  “Pola KPBU menjadi cara ideal dan kita harus bisa menjaring sebanyak-banyaknya investor termasuk di BIJB,”  tandas Alwi.(helmi)