Angkasa Pura 2

KMP Komodo Bisa Sandar Sekaligus Menjadi Feeder Bagi Masyarakat Sekitar NTT

Destinasi KoridorSabtu, 27 Oktober 2018
IMG-20181027-WA0001

IMG-20181026-WA0010

JAKARTA (BeritaTrans.com) – KMP Komodo bukan hanya dapat bersandar di Pulau Komodo, tapi juga bisa menjadi feeder bagi angkutan wisatawan dan warga sekitar  Komodo. KMP Komodo juga dapat menjadi feeder bagi perahu kecil untuk mencapai destinasi lainnya di sekitar Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Kerjasama yang baik antar komunitas kapal wisata sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan wisatawan yang akan terus berkembang seiring mulai dibangunnya berbagai infrastruktur pariwisata di Labuan Bajo,” kata Seketaris  Perusahaan PT ASDP Indonesia Ferry Imelda Alini di Jakarta, kemarin.

Ke depannya, lanjut dia,  pihak Pemprov NTT dan ASDP berperan lebih besar lagi dalam memperkuat konektivitas antarpulau di NTT. Salah satunya dengan membuka rute penyeberangan baru di wilayah NTT  lainnya.

Pemerintah daerah NTT jugav telah berupaya untuk mengatur seluruh pelaku pariwisata di Labuan Bajo,
khususnya angkutan umum di laut.

Pelaku usaha pariwisata di Pulau Komodo dan NTT dapat bersaing dengan sehat dan mendapat manfaat yang adil atas potensi ekonomi dari sektor pariwisata, serta dapat memberikan rasa nyaman bagi para wisatawan.

Pemprov NTT dan GP2M

Pemprov NTT dan Gerakan Peduli Pariwisata Manggarai (GP2M) yang tersebar di berbagai daerah
di Indonesia juga menyambut baik dan mendukung upaya Pemerintah Daerah dan PT ASDP Indonesia Ferry.

Seperti diketahui, data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Manggarai Barat  NTT Tahun 2017 mencatat, total kapal wisata di Labuan Bajo berjumlah 529 unit dengan jenis ukuran di bawah dan di atas 7 GT serta jenis kapal diving.

Dari total kapal tersebut, dengan asumsi kapasitas daya tampung masing-masing kapal sebanyak 12 orang penumpang. Potensi penumpang yang dilayani di kawasan pariwisata Labuan Bajo dapat mencapai 6.348 orang.

Dengan kebutuhan yang sangat besar tersebut, kapasitas KMP Komodo hanya dapat mengangkut penumpang (bukan logistik) maksimal 80 orang per trip per hari dengan kecepatan 9 knot.(helmi)

Terbaru
Terpopuler
Terkomentari