Angkasa Pura 2

Awas Jangan Melanggar, Mulai 1 November Polda Metro Jaya Berlakukan e-Tilang

Aksi Polisi KoridorSenin, 29 Oktober 2018
IMG-20181029-WA0001

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Polda Metro Jaya segera memberlakukan elektronik tilang (e-tilang) mulai 1 November 2018 terutama di ruas Jalan Sudirman dan Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

Elecronic traffic law enforcement (e TLE) akan diterpakan dengan tujuan menekan angka pelanggaran lalu lintas di jalan raya. Dengan e-TLE, maka semua kendaraan yang melanggar akan terekam dengan baik dan akurat. Selanjutnya, Polri akan mengirimkan surat tilang ke alamat pemilik kendaraan tersebut.

Pada pemberlakuan e-TLE tahap pertama mulai Kamis, 1 November, kamera pengawas akan ditaruh di dua persimpangan yaitu Simpang Sarinah dan Simpang Patung Arjuna Wiwaha di Medan Merdeka Selatan.

Seperti diketahui, DKI Jakarta menyediakan 8 tiang. Adapun kamera disiapkan dari kepolisian. Dinas Perhubungan DKI tidak menyediakan kamera tambahan untuk tahap awal ini.

2.664 Kendaraan Melanggar

Sebelumnya, Kepala Subdit Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Budiyanto, pekan lalu mengatakan, selama sosialisasi tilang elektronik tanggal 1-27 Oktober 2018, sebanyak 2.664 kendaraan melanggar.

Dari 2.664 pelanggaran itu, ada 279 kendaraan yang pelat nomornya tidak dapat dikenali. “Penyebabnya karena pelat nomor tertutup mika sehingga kurang jelas atau pelat nomor tertutup kendaraan lain,” ujarnya.

Ditlantas Polda Metro Jaya mendata, pelanggaran meningkat tajam pada 24-27 Oktober. Tanggal 24 Oktober, jumlah pelanggaran 378; 25 Oktober (308); 26 Oktober (483); dan 27 Oktober (226).

Pada hari pertama sosialisasi yakni 1 Oktober, terjadi 232 pelanggaran. Jumlah pelanggaran selanjutnya turun drastis, maksimal 100-an pelanggaran per hari.

Belum Terintegrasi

Meski begitu kondisi di lapangan, masih ada sejumlah kendala terutama  belum terintegrasinya data kependudukan  di Dukcapil dengan data kendaraan di Ditlantas Polda Metro Jakarta.

Di lapangan, tidak semua pembeli mobil bekas langsung mengurus surat balik nama. Pemilik mobil bekas tidak langsung mengurus surat balik nama kepemilikan karena enggan mengeluarkan biaya ekstra.

Sementara, Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusuf mengatakan, polisi memiliki metode konfirmasi selama tiga hari setelah e-tilang diterima oleh pemilik kendaraan.

Kebijakan ini diberikan untuk mengantisipasi kendaraan yang melanggar sudah sudah dijual  dan belum dibaliknama oleh pemiliknya yang baru.

“Konfirmasi itu harus segera direspons oleh pelaku. Jika tidak, kendaraan akan diblokir saat mengurus perpanjangan PKB,” tandas Yusuf.(helmi/berbagai sumber)

Terbaru
Terpopuler
Terkomentari