Angkasa Pura 2

Optimalisasi Bandara Kertajati, Ini Saran dan Masukan Para Pemangku Kepentingan

Bandara Destinasi Koridor LitbangSenin, 29 Oktober 2018
IMG-20181029-WA0002

IMG-20181029-WA0006

BANDUNG (BeritaTrans.com) – Banyak saran dan masukan disampaikan para pemangku kepentingan, seperti INACA, maskapai, Asita bahkan wakil Kementerian Pariwisata untuk pengembangan dan optimalisasi Bandara International Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Majalengka.

Bandara itu sudah diresmikan dan maskapai Citilink Indonesia resmi melayani penerbangan perdana dari Kertajati ke Surabaya, Jawa Timur. Tapi, setelah empat bulan berlalu, hanya satu maskapai yang terbang ke Bandara Kertajati.

Kepala Badan Litbang Perhubungan (Balitbanghub) Sugihardjo dalam pidato pengantar diskusi mengenai Optimalisasi Bandara Internatonal Jawa Barat di Bandung pekan lalu mengatakan, load factor Citilink diawal mencapai 82%, karena momentum ke Kertajati-Surbaya itu bersamaan dengan arus mudik Lebaran 2018.

Tapi, saat ini load factor turun menjadi di kisaran 39%. Itupun Citilink menjual tiket dengan harga sangat bersaing, sekitar Rp500 ribu per orang.

Selain itu, sebut Sughardjo, kemarin sempat ada penerbangan Umrah dari Bandara Kertajati. Mereka menggunakan maskapai Lion Air. “Jadi, potensi pasar Bandara Kertajati itu ada. Tinggal bagaimana mengembangkan pasar itu secara optimal. Ini menjadi tugas kita bersama,” jelas Jojo, sapaan akrab dia.

Dalam diskusi yang dihelat Puslitbang Perhubungan Udara Balitbanghub itu, banyak saran dan masukan disampaikan untuk menggenjot kinerja Bandara BIJB. Arus penumpang makin baik, dan load factor askapai juga meningkat bahkan mencapai angka keekonomiannya.

IMG-20181029-WA0003

Sinergi Semua Pihak

Sekjen INCA Tengku Burhanudin mengatakan, perlu kerja sama dan sinergi yang kuat dari semua pihak, baik BIJB, maskapai, Asita/ travel agent dan juga Pemda Jawa Barat tentunya.

“Pemasaran satu maskapai terkait dengan semua pihak, terutama travel agent. Jika ada pemasaran agresif, maka pelan tapi pasti makin banyak orang terbang ke Bandara Kertajadi,” sebut Tengku saat diminta menjadi pembahas dalam diskusi itu.

Selain itu, lanjut dia, pihak Pemda baik Pemprov Jawa Barat dan Pemkab sekitar Bandara Kertajati juga harus aktif. Benahi dan lengkapi infrastruktur jalan dari dan menuju Bandara Kertajati.

“Selanjutnya, Pemda bekerja sama dengan operator bus membuka trayek baru ke Bandara Kertajati,” pinta Tengku.

Menurutnya, jangan sampai orang mau terbang ke Bandara Kertajati, tapi setelah itu tak ada angkutan lanjutannya. Atau mereka harus charter kendaraan dengan harga yang mahal atau alah terkatung-katung di Kertajati.

“Kalau dibiarkan seperti ini, tentu tidak baik. Dan pihak maskapai hampir tak munkin menyediakan angkutan lanjutan (darat) bagi penumpangnya,” kilah Tengku.

Satu hal yang perlu difikirkan bersama, menurut putra Sumatera Utara itu, sudah adakah fasilitas dan infrastruktur pendukung di sekitar Bandara Kertajati itu ?

Mereka itu antara lain hotel, penginapan, restorant dan tentunya angkutan umum dan akaes jalan yang memadahi. Jika belum ada, maka harus dibangun dahulu di sekitar Bandara Kertajati. Bisa dilakukan oleh BUMN/D atau mitra kerja yang ada.

“Kalau orang turun dari pesawat di Kertajati, mereka mudah mencari tempat makan, atau bahkan menginap di hotel. Dalam hal ini, pihak Pemda harus bisa memfasilitasi pelaku usaha seperti Asita untuk ikut berkontribusi disana,” kilah Tengku.

IMG-20181029-WA0004

Event International di Kertajati

Sementara, Dirut Lion AIr Capt. Daniel Putut mengusulkan agar dibuat event international atau nasional di Kertajati sebagai bentuk sosialisasi atas bandara tersebut.

“Bisa event lari seperti Kertajari 10K atau lainnya. Kemudian festiva budaya atau kesenian khas Jawa Barat yang bisa mendatangkan banyak orang. Selanjutnya, maskapai dan pihak terkait lain diminta menjadi sponsor. Langkah itu akan menjadi nilai tambah tersendiri bagi Bandara Kertajadi,” usul Capt. Daniel.

Dia menambahkan, pihaknya sudah melayani penerbangan charter Umrah daei Bandara Kertajati. Langkah tersebut, seharunya bisa ditingkatkan dan potensi pasarnya memang ada.

Untuk menggaet pasar Umrah misalnya, Capt. Daniel mengusulkan agar ada kerja sama dengan Kemenag sebagai pemvina teknis Haji dan Umrah. Selanjutnya membuat sistem zonasi untuk penerbangan Umrah, khususnya bagi jamaah asal Jawa Barat sisi timur dan sebagian Jawa Tengah disi barat, bisa terbang dari Bandara Kertajati ke Tanah Suci.

“Dengan berbagai upaya tersebut, maka optimalisasi Bandara Kertajadi akan bisa dilakukan. Bandara Kertajati harus dimanfaatkan secara optimal, mengingat cukup besar uang rakyat di APBN/ APBD diinvestasikan untuk membangun bandara tersebut,” tegas Capt. Daniel.(helmi)

Terbaru
Terpopuler
Terkomentari