Angkasa Pura 2

Saatnya Penggunaan Teknologi Informasi pada Distribusi Logistik

Bandara Dermaga Koridor LitbangSelasa, 30 Oktober 2018
IMG-20181030-WA0014

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Saatnya penggunaan teknologi informasi pada sistem distribusi logistik Indonesia. Hal itu menurut Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan (Balitbanghub) Sugihardjo lantaran kita sudah dihadapkan revolusi industri 4.0

“Tuntutan saat ini adalah penggunaan IT yang memudahkan dalam manajemen distribusi logistik, yang dapat meningkatkan efisiensi mulai dari pengiriman dari titik awal sampai pada tujuan akhir,” jelas Sugihardjo yang akrab disapa Jojo di Jakarta, Selasa (30/10/2018).

Saat ini semua alur dan dokumentasi distribusi logistik masih konvensional. Padahal dengan IT dapat lebih memudahkan dan dapat mengetahui kemungkinan tantangan di perjalanan karena adanya IT yang diterapkan.

Managing Director TELKOMMetra Logistics Natal Iman Ginting sebagai salah satu pembicara menegaskan, untuk mempercepat terbentuknya Standardisasi Distribusi Logistik, maka perlu dilakukan terobosan.

“Jangan ada transaksi yang engga ada IT, maka akan terjadi hal-hal yang diimpikan, intelegensi, posisi dan kapasitas,” kata Natal.

Soft infrastruktur digital harus dimulai sesegera mungkin untuk efisiensi dan efektifitas distribusi logistik nasional.

Hal senada disampaikan Ketua Asosiasi Logistik Indonesia Zaldy Ilham Masita. Dia menyampaikan bahwa sudah 20 tahun lebih standardisasi diharapkan terwujud.

“Standadisasi sangat urgent karena kapasitas logistik meski enggak besar namun juga enggaknkecil. Digitalisasi sudah harus segera direalisasikan,” tutur dia.

Asisten Deputi Logistik, Kementerian Koordinator Perekonomian Erwin Raza menambahkan bahwa topik Focus Group Discussion (FGD) ini sangat menarik karena kita memasuko revolusi industri 4.0.

“Setiap bisnis proses didorong dengan digitalisasi dan nantinya pasti akan banyak perubahan,” kata Erwin.

Semua pelaku di dalam industri harus bisa terintegrasi dan terkoneksi. Trust perlu ada standar, banyak sekali terkait dengan logistik, standar dokumen dan lainnya.

“Pergerakan arus barang ekspor, arus barang antarpulau, sampai sekarang belum ada data dari pulau ke pulau, kita enggak mengetahui detil. Dengan adanya digitalisasi maka akan bisa diperoleh datanya,” imbuhnya. (omy)