Angkasa Pura 2

DMO Berjalan Efektif,  Kenaikan Harga Batubara Tak Berdampak Signifikan ke PLN

Another News EnergiRabu, 31 Oktober 2018
images-6

IMG-20181031-WA0008

JAKARTA (BeritaTransTrans.com) – Kebijakan Pemerintah  menerapkan domestic market obligation (DMO)  harga batubara untuk sektor kelistrikan,  khususnya PT PLN telah berjalan efektif. Pasokan batubara ke sejumlah pembangkit listrik PLN tetap aman dan lancar.

“Implikasinya  kenaikan harga komoditas batubara internasional tidak berdampak signifikan terhadap beban operasi perusahaan,” kata I Made Suprateka EVP  Corporate Communication & CSR PLN melalui  siaran pers kepada BeritaTrans.com, Rabu (31/10/2018).

Batubara yang biasanya diekspor saat harga tinggi, namun mereka ada kewajiban tetap menjual salam jumlah tertentu ke pasar dalam negeri atau DMO. Sementara, konsumen batubara di dalam negeri adalah PLN untuk kebutuhan di sejumlah pembangkit listrik (PLTU) miliknya.

Dikatakan, penggunaan (capacity factor) pembangkit yang berbiaya operasi lebih murah menggunakan batubara semakin meningkat. 

“Selain itu, perusahaan juga melakukan reprofiling atas pinjaman sehingga didapatkan pinjaman baru dengan tingkat bunga yang cukup rendah dan jatuh tempo lebih panjang menjadi 10 – 30 tahun,” jelas Made.

Sejalan dengan kemajuan program 35 GW, maka sejak Januari 2015 sampai September 2018,  PLN telah menanamkan dana untuk Investasi sebesar Rp248 triliun.

“Pada periode yang sama peningkatan jumlah pinjaman hanya sebesar Rp148 triliun atau 60% dari total Investasi,” aku Made.

Dia melanjutkan, kondisi ini menunjukkan bahwa kekuatan dana internal PLN masih sangat memadai yaitu sekitar 40%  atau Rp100 triliun dari seluruh kebutuhan Investasi tersebut.

Meskipun sebagian besar pinjaman PLN masih akan jatuh tempo pada 10-30 tahun mendatang, namun berdasarkan standar akuntansi yang berlaku dan hanya untuk keperluan pelaporan keuangan.

“Maka pinjaman valas tersebut harus diterjemahkan (kurs) kedalam mata uang Rupiah sehingga memunculkan adanya pembukuan selisih kurs sebesar Rp17 triliun,” tehas Made.(helmi)

Terbaru
Terpopuler
Terkomentari