Angkasa Pura 2

Tarif Batas Bawah dan Atas Diatur dalam RPM Taksi Daring

KoridorRabu, 31 Oktober 2018
IMG-20181031-WA0004

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Tarif batas bawah dan atas diatur dalam Rencana Peraturan Menteri (RPM) Menteri Perhubungan terkait taksi dalam jaringan (daring/online) yang ditargetkan rampung pada pertengahan November 2018.

Menurut Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi saat ini persiapannya secara keseluruhan sudah hampir final.

“Nantinya tarif batas bawah Rp3.500 dan batas atas Rp6.500,” jelas Dirjen Budi didampingi Sekretaris Ditjen Perhubungan Darat Cucu Mulyana dan Direktur Anhkutan dan Multimoda Ahmad Yani di Jakarta, Rabu (31/10/2018).

Terhadap pelanggaran yang dilakukan aplikator nantinya akan ada sanksi yang dilakukan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) karena merupakan domainnya.

“Kami melakukan kesepakatan dengan Kemenkominfo terkait prosedur dan sanksinya,” ungkap Budi.

Pihaknya ditambahkan Yani juga akan menerjunkan aparatur sipil negara (ASN) untuk turut mengamati langsung dengan menjadi penumpang taksi daring.

Nantinya mereka sekaligus bertugas untuk memantau apakah ada pelanggaran penerapan tarif batas bawah dan atas atau tidak.

Namun diharapkan tidak akan terjadi pelanggaran. Terutama yang berpotensi terjadi pada jam-jam sibuk atau sebaliknya.

“Penetapan tarif dan kuota akan dilakukan oleh Gubernur bila tidak bersinggungan dengan Provinsi lainnya. Namun bila berisinggunang seperti Yogya-Jawa Tengah atau lainnya, maka Pusat yang akan menentukan,” pungkas Budi. (omy)