Angkasa Pura 2

GMF Raup Pendapatan 334,7 Juta Dolar AS di Kuartal III

Bandara KokpitKamis, 1 November 2018
IMG_20180712_101048

TANGERANG (BeritaTrans.com) – PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia Tbk (GMF) mencatat raup pendapatan 334,7 juta dolar AS atau naik sebesar 7.8% di kuartal yang sama tahun sebelumnya.

Laba bersih usaha yang dicatatkan sebesar 27 juta dolar AS. Pendapatan ini didukung oleh sector Repair & Overhaul yang meningkat 14,1% dimana pergeseran konsentrasi bisnis sudah mulai dilakukan oleh GMF.

“Pada kuartal ketiga ini, jumlah pengerjaan perawatan mesin pesawat meningkat signifikan sebesar 24% menjadi 102 pengerjaan. Perubahan fokus bisnis ini memiliki pengaruh pada posisi margin usaha yang berbanding lurus terhadap laba bersih,” urai Direktur Utama GMF, Iwan Joeniarto ditulis Kamis (1/11/2018).

GMF juga berhasil mencapai maksimal dalam sisi operasional. Turn Around Time yang dihasilkan mencapai angka 100%, Pemenuhan Service Level terhadap pelanggannya mencapai angka hampir sempurna 99,6% dan jumlah events
perawatan meningkat 18% dari kuartal yang sama tahun 2017.

Disisi lain, GMF berhasil meningkatkan pendapatan dari non group afiliasi dengan rasio 43.3% berbanding 56.7%, sedangkan perbandingan rasio ditahun sebelumnya adalah 34,7% : 65.3%.

“Kami dalam kuartal ketiga, berusaha terus berkembang lebih pesat lagi demi mempersiapkan tantangan pasar di tahun yang akan datang,” tuturnya.

Inisiatif strategis yang dicanangkan diawal tahun mulai menunjukkan perkembangan positif. Pada kuartal ketiga 2018, GMF telah menandatangani Kerja Sama Kemitraan Strategis dengan raksasa MRO dari Eropa, Air France Industri KLM E&M.

“Kerja sama strategis ini meliputi pengembangan kapabilitas dan kapasitas, juga peningkatan serapan pasar di Kawasan Asia9″ imbuh dia.

Selain program kemitraan, GMF juga meresmikan fasilitas perawatan Landing Gear yang juga merupakan inisiatif strategis. Bisnis perawatan mesin pesawat juga tak ketinggalan. GMF mencanangkan program perawatan ‘Engine Total Solutions’ untuk meningkatkan serapan pekerjaan perawatan mesin pesawat.

Dari segi realisasi investasi, GMF juga sudah merealisasikan investasi sejumlah US$ 32.7 Juta untuk pengembangan bisnis berupa ; pengembangan kapabilitas Engine CFM56-5B, pengembangan kapabilitas Landing Gear, serta pengembangan line maintenance untuk pesawat Airbus A320 NEO, Boeing 737 Max dan787. Selanjutnya, sebesar US$ 3.8 Juta diinvestasikan untuk Operasional seperti pembelian Tools dan infrastruktur umum lainnya. (omy)

loading...