Angkasa Pura 2

Dirop BIJB: Bandara BIJB Benar-Benar Baru Butuh Sosialisasi dan Publikasi

Another NewsJumat, 2 November 2018
IMG-20181102-WA0022

MAJALENKA (BeritaTrans.com) – Direktur Operasi Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Agus Sugeng Widodo
mengungkapkan bahwa bandara ini benar-benar baru sehingga butuh sosialisasi dan publikasi.

“Bandara Kertajati (BIJB) benar-benar baru ru, bukan seperti bandara pindahan. Kami berada di tanah seluas 18 hektar,” ujar Agus di Majalengka, Jumat (2/11/2018).

Diakuinya, saat ini masih sepi peminat baik penumpang dan pesawat yang beroperasi. Padahal statusnya merupakan bandara terbesar yang baru dibangun.

“Perlu upaya luar biasa untuk menghadirkan penumpang di BIJB ini sehingga kedatangan teman-teman media ini membantu karena problem kami sosialisasi ke masyarakat karena belum banyak yang tahu ada bandara besar seperti ini,” katanya.

Menurut Agus, BIJB Kertajati sepatutnya mendapatkan penumpang dan maskapai yang banyak lantaran merupakan bandara terbesar yang dibangun tanpa embel-embel perintis sebelumnya.

Namun demikian, pada praktiknya sejak dioperasikan pada Mei 2017 BIJB masih sepi penumpang dan maskapai penerbangannya. Sepinya penumpang di BIJB Kertajati tak terlepas dari masih sedikitnya penerbangan di sana. Tercatat sampai sekarang baru ada Citilink dengan rute penerbangan Kertajati-Surabaya.

“Ini kemudian sama seperti menentukan mana lebih dulu ayam atau telur. Maskapai bertanya mana penumpangnya kemudian penumpang bertanya mana penerbangannya. Ini yang jadi tantangan buat kami di sini,” tutur lulusan STPI itu.

Salah satu hal yang menjadi permasalahan sepinya penumpang di BIJB Kertajati adalah masih terbatasnya akses menuju lokasi dari Jakarta dan Bandung. Keberadaan jalan provinsi yang masih belum memadai turut menjadi penyebab sulitnya akses dari Jakarta dan Bandung menuju BIJB Kertajati.

“Jalan provinsi yang sebagian masih semak belukar jadi problem. Pertanyaannya siapa yang merawat dan jadi aset siapa karena dibangun oleh Kementerian PUPR, lahan punya Pemprov Jabar dan dibiayai BIJB,” kata Agus. (omy)