Angkasa Pura 2

Sampai September 2018, PMDN di Jakarta Naik Menjadi Rp37.9 Triliun

Ekonomi & Bisnis KoridorJumat, 2 November 2018
IMG_20181102_064639

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Sepanjang Januari sampai September 2018, berdasarkkan lokasi proyek di DKI Jakarta, realisasi PMDN (Rp37.9 triliun) naik 15,9% dibanding periode yang sama tahun 2017 (Rp32.7 triliun), dan PMA (Rp47.1 triliun) naik 11,9% dibanding periode yang sama pada tahun 2017 (Rp42.1 triliun).

“Peningkatan realisasi investasi di DKI Jakarta tidak terlepas dari berbagai inovasi layanan yang terus dihadirkan oleh DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta dalam memberikan pendekatan dan kemudahan layanan di bidang penanaman modal” ujar Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi DKI Jakarta, Edy Junaedi di Jakarta, Kamis (1/11/2018).

Dikatakan, berapa sektor investasi yang menjadi daya tarik para investor asing dan dalam negeri, termasuk di Pemprov DKI Jakarta antara lain transportasi, gudang dan telekomunikasi; listrik, gas dan air rerumahan, dan kawasan industri, hotel dan restoran. Mereka banyak menanamkan modalnya di Indonesia khususnya Jakarta.

Sebagaimana diketahui, lanjut Edy, berbagai inovasi layanan terus dilakukan oleh DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta untuk mewujudkan pelayanan publik yang prima di Jakarta. Dengan komitmen amanah, dedikasi sepenuh hati senantiasa memberikan pelayanan nyata bagi warga ibukota.

Berbagai inovasi tersebut telah berhasil membuat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta meraih berbagai penghargaan. Salah satunya penghargaan pelayanan publik terbaik yang diserahkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani di Manado beberapa waktu lalu.

DKI Jakarta Tertinggi

Berdasarkan data BKPM pada periode Januari sampai September 2018, DKI Jakarta sebagai provinsi dengan realisasi investasi PMDN tertinggi di Indonesia (Rp37.9 triliun), diikuti dengan Jawa Barat (Rp.27,6 triliun); Jawa Timur (Rp23,8 triliun); Jawa Tengah (Rp20,5 triliun); dan Kalimantan Timur (Rp20,2 triliun).

Investasi menjadi langkah awal dalam kegiatan ekonomi yang sangat berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Semakin banyak investasi yang masuk atau terealisasi maka dapat tercipta lapangan pekerjaan yang besar.

Implikasinya, akan berdampak langsung bagi perekonomian seperti pengentasan kemisikinan, meminimalisir dampak pengangguran, serta meningkatkan daya beli masyarakat.

Dalam proses menarik investor PMDN dan PMA ke Jakarta, Edy menjelaskan pihaknya memiliki tantangan tersendiri yakni menumbuhkan kepercayaan investor terhadap penyelenggara pelayanan publik.

“Untuk itu pihaknya rutin menyelenggarakan Business Forum baik di Jakarta maupun di negara- negara maju, salah satunya Dubai yang berhasil menuai kesuksesan,” tegas Edy.(helmi)