Angkasa Pura 2

Transportasi di Jakarta Masuk Sektor Prioritas Para Investor Lokal atau Asing Tanamkan Modalnya

Ekonomi & Bisnis KoridorJumat, 2 November 2018
IMG_20181102_064410

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Beberapa sektor investasi yang menjadi daya tarik para investor asing dan dalam negeri, termasuk di Pemprov DKI Jakarta antara lain transportasi, gudang dan telekomunikasi; listrik, gas dan air rerumahan, dan kawasan industri, hotel dan restoran. Mereka banyak menanamkan modalnya di Indonesia khususnya Jakarta.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi DKI Jakarta, Edy Junaedi berharap minat investasi di Jakarta dapat semakin besar dan Jakarta menjadi “primadona” investasi di Asia.

“Pertumbuhan ekonomi Jakarta diharapkan akan terus meningkat, seiring dengan kuatnya investasi” ujar Edy di Jakarta, Kamis (1/11/2018) petang.

Sebelumnya, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mempublikasikan data realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) Triwulan III (periode Juli-September) Tahun 2018 yang mencapai angka sebesar Rp 173,8 triliun, mengalami penurunan sebesar 1,6% apabila dibandingkan dengan periode Triwulan III Tahun 2017 (Rp 176,6 triliun).

Realisasi Investasi PMDN dan PMA Triwulan III berdasarkan lokasi proyek di DKI Jakarta berkontribusi sebesar 15,1% (Rp.26,2 triliun) mengalami peningkatan sebesar 1,9% apabila dibandingkan dengan periode Triwulan III Tahun 2017.

“Sementara itu realisasi investasi selama Januari s.d. September Tahun 2018 berdasarkan lokasi proyek di DKI Jakarta untuk PMDN dan PMA (Rp.85 triliun), naik 13,6% dibanding periode yang sama tahun 2017 (Rp.74,8 triliun),” jelas Edy.

Minat Investor Tinggi

Edy Junaedi menyampaikan bahwa capaian realisasi investasi Triwulan III ini menunjukkan bahwa minat investasi di Jakarta cukup tinggi meskipun secara nasional realisasi investasi mengalami penurunan.

“Kondisi tersebut sebagai akibat fluktuasi nilai tukar USD yang dipicu oleh kenaikan suku bunga AS dan penguatan USD di pasar global,” kilah Edy dalam keterangannya di Mal Pelayanan Publik, Kuningan.

“Melihat data realisasi investasi PMDN dan PMA Triwulan III tahun ini membuktikan bahwa minat investasi di Jakarta cukup tinggi, meskipun realisasi investasi secara nasional mengalami penurunan berdasarkan data BKPM,” tandas Edy.(helmi)