Angkasa Pura 2

Cegah ODOL, Pembangunan Fisik JT Sabilambo Sultra Ditargetkan Selesai 2018

Koridor OtomotifSabtu, 3 November 2018
FB_IMG_1541125524235

FB_IMG_15411255133691

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Jembatan Timbang (JT) Sabilambo, Sulawesi Tenggara, Indonesia masih dalam proses rehabilitasi. Pembangunan fisik JT Sabilambo diharapkan segera selesai dan bisa dioperasikan akhir tahun 2018 ini.

“Jembatan Timbang adalah seperangkat alat yang digunakan untuk mengukur berat truk beserta muatannya agar tidak melebihi batas,” sebut Erlina Indriasari, pejabat Ditjen Hubdat melalui akun @erlinaindiasari.

JT Sabilambo, Sulawesi Tenggara, diharapkan bisa menjadi instrumen untuk mencegah dan mengatasi agar truk yang overloading dan merusak jalan bisa dicegah.

Melalui JT Sabilambo ini akan ditegakkn hukum dan aturan mengebai ODOL. Pelanggaran ODOL harus dicegah dan dihentikan, untuk mencegah kerusakan jalab serta meningkatkan keselamatan di jalan raya.

Dari jembatan timbang itu, lanjut Erlina, dapat diketahui berapa total muatan yang anda angkut dengan mengurangi total berat dengan total berat kosong kendaraan.

Jembatan Timbang, kata Erlina saat dikonfirmasi BeeitaTrans.com akan difungsikan sebagai instrumen pantauan, pengawasan dan penindakan bagi kendaraan melanggar overdiensi dan overloading (ODOL).

“Fungsi ini dijalankan agar jalan-jalan tetap awet dan terhindar dari resiko kecelakaan karena dipicu oleh ODOL tersebut,” sebut salah satu pejabat Ditjen Hubdat itu.

Sebelumnya, Dirjen Hubdat Budi Setiyadi menegaskan, pemberantasan ODOL harus selesai tahun 2018 ini. Oleh karenanya, jumlah JT yang dikelola Ditjen Hubdat terus ditambah dan diaktifkan.

“Sampai November 2018 ada 93 akan diaktifkan di berbagai daerah di Indonesia,” papar Dirjen Budi.

Ditjen Hubdat sudah menetapkan tiga JT menjadi proyek percontohan dan kini sudah berjalan efektif.

“Tiga JT percontohan itu adalah JT Balonggandu, JT Losarang keduanya di Jawa Barat. Dan JT Widang di Jawa Timur,” tegas Dirjen Budi.(helmi)