Angkasa Pura 2

Evakuasi Korban Lion Air JT610 Jadi Pengabdian Terakhir Relawan BASARNAS Syachrul Anto

Figur Kokpit SDMSabtu, 3 November 2018
IMG-20181103-WA0002

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Seorang anggota Tim SAR Gabungan meninggal dunia usai menunaikan tugas  mengevakuasi korban dan serpihan pesawat Lion Air di perairan Karawang, Jawa Barat, Jumat (2/11/2018) sore.

Penyelam bernama Syachrul Anto,  merupakan anggota Indonesian Diver Rescue Team itu, diduga meninggal dunia akibat dekompresi. Korban sempat dilarikan ke RSUD Koja Jakarta Utara. Dan Syachrul menghembuskan nafas terakhir disana.

Kabar duka ini, pertama kali muncul melalui akun media sosial facebook milik Yosep Safrudin, rekan Syachrul pada Sabtu (3/11/2018) dini hari.

“Innalillahi wainnailaihirojiuun. Pahlawan kemanusiaan yang sangat mulia. Terlibat beberapa kali evakuasi korban pesawat (Lion, Air Asia) dan Kapal Pelni. Harus berakhir jatah rezekinya di alam fana ini di perairan Karawang saat mengevakuasi beberapa paket Jenazah JT610,” tulis Yosep, salah rekan Syachrul Anto, menyebarkan berita duka cita ini.

Dia menambahkan, Syachrul baru satu minggu kembali dari Palu. Minta di jemput di (bandara) Halim dua hari yang lalu, pinjam alat selamku (dan kemudian) minta diantar ke posko evakuasi JT610 di Priok,” kenang Yosep.
 
Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono juga  menyampaikan bela sungkawa buat wira penyelam.  “Innalilahi wainna ilaihi raajiun. Telah gugur anggota penyelam Indonesia Diver Rescue Team, Syachrul Anto  ketika melaksanakan tugas penyelaman evakuasi Lion Air PK-LQP JT 610 di bawah Komando Basarnas,” sebut Soerjanto melalui pesan pendek yang diterima BeritaTrans.com.

Diduga Karena Dekompresi

Sementara, Dansatgas SAR, Kolonel Laut (P) Isswarto mengatakan, penyebab meninggalnya penyelam tersebut diduga karena dekompresi.

“Diduga dekompresi, karena tekanan, bekerja tidak tahu waktu, kan harusnya naiknya pelan-pelan, lima meter berhenti dulu, sampai muncul (ke permukaan) papar Isswarto.”

Dikatakan, Syachrul baru sepekan pulang dari Palu, langsung terjun di lokasi bencana Lion Air JT 610. “Ternyata ini menjadi penyelaman terakhir beliau, beliau gugur setelah dua hari menyelam evakuasi korban Lion Air,” papar Kol (P) Isswarto.

Dia menambahkan, kemarin proses penyelaman untuk mencari badan pesawat dan korban pesawat Lion Air JT-610 sudah dihentikan pada pukul 16.00 WIB, namun Syachrul masih berada di bawah air.

Basarnas dan juga bangsa ini masih membutuhkan sosok tangguh dan “pahlawan kemanusiaan” seperti disampaikan Kepala Basarnas Masdya M.Syaugi itu. Namun Tuhan Allah Swt lebih sayang dan menentukan lain.

Penyelaman bersama Tim SAR Gabungan dalam kasus Lion Air JT610 di perairan Tanjung Pakis, Karawang menjadi pengabdian  terakhir Syachrul Anto.

Dimakamkan di Surabaya

Sementara istri Syachruk, Lyan Kurniawati mengatakan, Syachrul Anto dimakamkan di Surabaya pada, Sabtu (3/11/2018) siang hari ini.

“Nanti setelah dzuhur dimakamkan di pemakaman dekat rumah,” ungkap Lyan.

Lyan juga menyatakan, perjalanan suaminya dimulai saat mereka dari Makassar ke Yogyakarta untuk urusan keluarga. Dari Yogyakarta, Syachrul ditelepon untuk misi kemanusiaan relawan di evakuasi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-610.

“Kami tinggal di Makassar. Bapak dari Makassar, besar di sini. Dan saya yang dari Jawa. Bisnis di sana juga dan teman-teman penyelam juga di Makassar. Dan (alm) relawan tetap di Basarnas,” tandas Lyan.(helmi/berbagai sumber)